/
Kamis, 01 September 2022 | 06:03 WIB
Daniel Mananta dan Ustaz Abdul Somad. (Instagram/ustadzabdulsomad_official)

Pernyataan sosok kondang Ustaz Abdul Somad atau UAS sempat membuat heboh karena menyebutkan ada jin kafir di salib Yesus. Berbuntut panjang, UAS pun harus sampai menjelaskan hal tersebut kepada Majelis Ulama Indonesia atau MUI. Respons atas pernyataannya itu diakui UAS membuatnya cukup rumit.

Bahkan ketika hadir di YouTube Daniel Mananta, UAS pun mendapatkan pertanyaan terkait hal tersebut. Daniel mengungkapkan jika ia bukan sosok yang terlalu melek media hingga perlu mencari tahu lebih banyak mengenai pernyataan yang menghebohkan tersebut. 

Sebagai penganut Kristen, Daniel mengaku sempat dibagikan informasi berita tersebut oleh temannya, namun hal tersebut tidak ia ditindaklanjutkan. Namun di tahun 2019, berita itu kembali heboh. Nah, pada kesempatan mengundang UAS ke kanal YouTube-nya, Daniel mengaku baru ingin menanyakan langsung pada UAS.

"Lets talk about 2019. Emang sih saya ngeliat viral. Jujur nih taz (Ustaz). Saya bukan orang yang pembaca media. Saya bukan orang wah ini langsung lihat media ini cek Google," kata Daniel membuka pertanyaannya ke UAS.

"Saya bener-bener kaya ya udahlah hak-hak dia aja mau ngomong apa terserah," sambung Daniel

"Sampai akhirnya tadi pagi saya memberanikan diri nonton video tersebut. Ketika saya nonton, saya ngerasa gini ya, ada dua momen dimana ustaz nih kaya terkena 'masalah'," ungkap Daniel.

UAS pun merespons dan menjelaskan bahwa pernyataan itu bukan sengaja disampaikan dalam forum besar, melainkan pernyataan yang muncul setelah ada pertanyaan dari jemaah yang datang di masjid.

Jika tidak salah, sambung pendakwah asal Sumatera Utara ini, pernyataan tersebut disampaikan karena menjawab pernyataan jemaah pada kajian di subuh hari.

"Jemaahnya islam semua, forum kecil dan itu menjawab pertanyaan. Saya pun lupa dan bahkan tidak punya rekaman videonya," aku UAS.

Baca Juga: Masa Kecil Tak Bersama Ibunya, UAS : Ada Rencana Tuhan Lebih Indah

UAS memprediksi peristiwa ceramaah di kajian subuh tersebut terjadi sekitar tahun 2015-2016. Namun karena pada tahun 2019, tahun politik, video tersebut kembali muncul, viral dan membuat ketegangan.

"Saya pun tidak ingat rekaman itu 2015 atau 2016 tapi karena politik dan lain sebagainya bisa didapat, saya sendiri tidak punya rekaman itu lalu dipotong," ujar UAS.

Setelah beberapa pembicaraan lainnya, Daniel kembali menegaskan jika pernyataan yang disampaikan UAS tersebut mungkin bukan seperti maksud yang ingin disampaikan.

"Tapi saya ngerasa itu bukan maksud ustaz juga, menurut saya ya," imbuh Daniel.

UAS kemudian mengungkapkan adanya sejumlah pendeta kristen yang juga menjelaskan hal yang sama seperti yang diungkapkannya pada jemaah Islam.

"Ada beberapa yang menjelaskan bahwa ternyata di dalam aliran-aliran agama Kristen sendiri tidak satu pendapat tentang masalah patung," jelas UAS.

Daniel pun kemudian menyimpulkan jika yang dia tangkap dari patung tersebut bukan Yesus melainkan patung (benda).

"Karena yang saya tangkap adalah lebih ke patungnya bukan ke Yesusnya," timpal Daniel.

Setelah cukup jelas, UAS pun kembali menegaskan jika ia tidak ingin menjelaskan terlalu mendesak mengenai pemikirannya kepada musuh.

"Karena bagi orang yang membenci, penjelasan tidak akan berpengaruh," pungkasnya.

Sumber: Suarasumsel.id

Load More