Sukabumi.suara.com - Seorang warga Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi DH (20) dalam kondisi yang memprihatinkan. Ia dikurung dan dirantai oleh sebuah bangunan berdinding bambu dan kayu.
Ia dikurung oleh pihak keluarga karena diduga sebagai Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) karena ia kerap kali mengamuk tanpa sebab yang jelas.
Ia kerap kali dianggap mengancam keadaan sekitar dan sering merusak rumah sekitar. Sehingga pihak keluarga memutuskan untuk mengurung dan merantainya.
DH sudah dikurung selama kurang lebih 1,5 tahun. Ia berada di ruangan dengan luas kurang lebih 1,5 meter persegi, ruangan tersebut tepat berada di samping rumah bibinya yang berlokasi di Kampung Cikahuripan, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap.
Diketahui kondisi kejiwaan DH mulai tidak stabil saat ia keluar dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2017. Awalnya DH sering kabur dan menghilang ia juga sering jalan kaki sendirian ke Kampung Malereng untuk menemui ayahnya.
DH tinggal bersama bibi dari pihak ayah karena orang tuanya sudah bercerai dan sang ayah sudah menikah lagi dengan warga Kampung Malereng.
Mamat Slamet selaku kepala Desa Pasirpanjang mengatakan, kondisi kejiwaan DH semakin tak stabil. Hingga saat ini, DH sudah 1,8 tahun menderita gangguan jiwa.
DH akan melakukan rehabilitasi di RSUD R Syamsudin SH atas rujukan dari Puskesmas Ciracap dengan persetujuan keluarga dan diketahui oleh Muspika.
"Tadi dibawa ke RSUD R Syamsudin SH menggunakan ambulan desa," kata Mamat.
Baca Juga: Wanita di Sukabumi yang Hilang Saat ke Toilet Sudah Ditemukan
Keluarga dan aparat desa sudah mengupayakan kesembuhan DH, dengan memeriksanya ke Puskesmas hingga dirujuk ke RSUD Jampangkulon. Pemerintah desa juga membantu keluarga dengan membuatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk DH.
Dalam menjalani perawatan di RSUD R Syamsudin SH, DH tak lagi dirantai dan dikurung. Sebab Pemdes bersama Muspika berencana membuatkan ruangan yang lebih layak untuk DH.
Sumber: sukabumiupdate.com
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak
-
Gambar Karya Anaknya 2 Minggu Lalu Mirip Kecelakaan KRL Bekasi, Seorang Ibu Minta Maaf
-
Tanggapi Kritik Publik, Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Usul Geser Gerbong Perempuan
-
Cara Cerdas Pilih Tontonan Anak: Bukan Sekadar Seru, tapi Juga Bikin Anak Belajar
-
Kejar Target Rp150 Triliun, Pemprov Banten 'Obral' Potensi Investasi di Lebak dan Pandeglang
-
Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Biar Lebih Tenang, Ini Cara Pastikan Aplikasi yang Kamu Pakai Aman
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Paling Banyak Dipakai di CFD Jakarta, Nomor 3 Lagi Naik Daun
-
KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!