- Data PIHPS Bank Indonesia pada 14 Juni 2026 mencatat penurunan harga signifikan pada komoditas cabai serta protein hewani.
- Harga beras berbagai mutu dan minyak goreng kemasan bermerek mengalami kenaikan harga di pasar nasional saat ini.
- Komoditas bawang merah dan bawang putih mencatatkan lonjakan harga yang cukup ekstrem dibandingkan dengan bahan pokok lainnya.
Suara.com - Sejumlah komoditas pangan strategis terpantau mengalami tren penurunan harga yang cukup signifikan, khususnya pada rumpun hortikultura seperti cabai serta sektor protein hewani.
Kendati demikian, beberapa barang kebutuhan pokok vital lainnya, seperti beras dan minyak goreng varian kemasan, justru konsisten mencatatkan kenaikan tarif.
Merujuk pada publikasi draf data Panel Harga Pangan Nasional Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia yang dirilis via laman resmi bi.go.id/hargapangan pada pukul 11.00 WIB, Minggu (14/6/2026), grafik indeks harga cabai merah besar, cabai merah keriting, cabai rawit hijau, hingga komoditas daging ayam ras kompak merosot jika disandingkan dengan draf laporan hari sebelumnya.
Sebaliknya, grafik untuk nilai jual beras di mayoritas kelas mutu dan minyak goreng pabrikan bermerek merangkak naik ke zona hijau.
Berdasarkan rincian angka agregat tebiran pasar, rata-rata nasional untuk harga cabai merah besar terkoreksi turun sedalam 5,03 persen atau menyusut Rp3.250 menjadi Rp61.300 per kilogram.
Langkah penurunan ini diikuti secara agresif oleh komoditas cabai merah keriting yang anjlok hingga 7,95 persen atau setara Rp4.850 menuju level Rp56.150 per kilogram.
Penurunan dalam skala yang lebih landai juga menghampiri kelompok cabai rawit. Untuk varian cabai rawit hijau harganya melorot 2,62 persen atau berkurang Rp1.450 menjadi Rp53.900 per kilogram, sementara jenis cabai rawit merah terkikis tipis 1,52 persen atau Rp1.150 menjadi parkir di level Rp74.550 per kilogram.
Kabar baik bagi konsumen juga datang dari sektor peternakan. Harga jual daging ayam ras segar di tingkat pedagang eceran melorot 2,49 persen atau senilai Rp950 menjadi Rp37.200 per kilogram. Senada, komoditas telur ayam ras segar ikut mengalami deflasi tipis sebesar 0,99 persen atau menyusut Rp300 menjadi Rp30.100 per kilogram.
Di sisi lain, pergerakan berbeda dialami oleh sektor daging merah. Harga daging sapi kualitas 1 terpantau merangkak naik tipis 0,07 persen atau Rp100 menjadi Rp148.600 per kilogram, sedangkan untuk kategori daging sapi kualitas 2 terkoreksi ke atas sebesar 0,32 persen atau naik Rp450 menjadi Rp139.650 per kilogram.
Baca Juga: BPS: Harga Beras Naik per Mei 2026, Dari Penggilingan hingga Eceran
Sektor Beras Dominan Merah, Bawang Mengalami Lonjakan Tajam
Untuk kluster perberasan nasional, kurva kenaikan melanda hampir seluruh lini varian mutu yang diperdagangkan di pasar tradisional:
Beras Kualitas Bawah I: Naik 0,35 persen (Rp50) menjadi Rp14.650 per kilogram.
Beras Kualitas Bawah II: Naik 0,35 persen (Rp50) menjadi Rp14.500 per kilogram.
Beras Kualitas Medium I: Naik 0,31 persen (Rp50) menjadi Rp16.250 per kilogram.
Beras Kualitas Super I: Naik 0,29 persen (Rp50) menjadi Rp17.550 per kilogram.
Berita Terkait
-
Harga Pangan Hari : Cabai hingga Daging Ayam Turun Tajam, Bawang Merah dan Gula Premium Justru Naik
-
Relawan Tzu Chi Susuri Rumah Warga Tanjung Pasir, Bagikan Kupon Beras untuk Keluarga Prasejahtera
-
Setelah BBM Naik, Harga Cabai dan Telur Turun Tajam, Beras Justru Bikin Khawatir
-
Efek Domino BBM Naik, Harga Komoditas Pangan Langsung Terbang 10 Persen Lebih
-
Lauk Ayam dan Usus Mulai Naik di Warteg, Kelas Menengah Mulai Kurangi Porsi
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123