/
Minggu, 09 Oktober 2022 | 20:20 WIB
Ilustrasi-Canang sari yang merupakan persembahan bagi umta Hindu Bali (istockphoto/GCShutter)

Sukabumi.suara.com - Saat kita sedang berkunjung ke Pulau Bali, umumnya kita akan melihat persembahan atau canang sari yang diletakan di mana saja, baik seperti di pura, kuil, rumah-rumah, atau bahkan di jalan. 

Canang sari sendiri merupakan upakara atau perlengkapan yang digunakan oleh umat Hindu di Bali untuk persembahan setiap harinya. Canang sendiri merupakan salah satu bentuk dari banten atau "persembahan". 

Canang dari segi penggunaan, bentuk, dan perlengkapannya dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu Canang Genten, Canang Burat Wangi, Lenge Wangi, Canang Sari, dan Canang Meraka.

Makna Canang

Canang memiliki peranan yang sangat penting dalam ritual keagamaan umat Hindu di Bali sehingga juga disebut Kanista atau "inti dari upakara". Sebesar apapun upacara tersebut maka tidak akan menjadi lengkap kalau tidak diisi dengan canang.

Canang sari digunakan sebagai persembahan harian kepada Sang Hyang Widhi Wasa sebagai ungkapan syukur atas kedamaian yang telah diberian kepada dunia; merupakan persembahan rumah tangga yang paling sederhana. Filosofi dari proses persembahan yaitu mengurbankan diri sendiri, sebab perlu waktu dan tenaga untuk mempersiapkan persembahan. Canang sari tidak digunakan saat ada kematian di dalam masyarakat atau keluarga. Umumnya juga digunakan pada hari-hari tertentu sepergi Kliwon, Purnama, dan Tilem. 

Dalam canang sari terdapat 6 bahan yang wajib ada di dalamnya yaitu:

1. Daun janur

Daun janur dalam canang sari digunakan sebagai alas. Daun janur akan dibuat segi empat atau ceper sebagai bentuk simbol kekuatan Ardha Candra atau bulan. 

Baca Juga: Kecelakaan Motor dan Mobil di Surade, Pedagang Bakso Cuanki Tewas

2. Porosan 

Porosan merupakan bahan-bahan yang berada di atas ceper. Adapun bahan tersebut seperti pinang, sirih, daun janur, serta kapur. Bahan-bahan tersebut merupakan simbol dari Tridharma Hindu Bali, yakni Dewa Brahma, Dewa Wisnu, serta Dewa Siwa.

3. Irisan tebu, pisang, dan kue khas Bali

Pada canang sari harus terdapat irisan tebu, sepotong kue atau jajanan khas Bali, serta pisang karena bahan-bahan ini merupakan simbol dari Wiswa Ongkara. 

4. Sampaian urasari

Sampaian urasari tempat untuk menaruh bunga dalam canang sari yang berbentuk bulat. 

5. Bunga segar dan harum

Bunga segar dan harum pada sesajen, menjadi bukti ketulusan serta kesucian yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali.

6. Bunga Rampai 

Bunga rampai diletakan diatas susunan bunga. Bunga rampai sendiri memiliki arti atau merupakan simbol dari kebijaksanaan.

Sumber: bali.suara.com

Load More