Sukabumi.suara.com - Saat kita sedang berkunjung ke Pulau Bali, umumnya kita akan melihat persembahan atau canang sari yang diletakan di mana saja, baik seperti di pura, kuil, rumah-rumah, atau bahkan di jalan.
Canang sari sendiri merupakan upakara atau perlengkapan yang digunakan oleh umat Hindu di Bali untuk persembahan setiap harinya. Canang sendiri merupakan salah satu bentuk dari banten atau "persembahan".
Canang dari segi penggunaan, bentuk, dan perlengkapannya dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu Canang Genten, Canang Burat Wangi, Lenge Wangi, Canang Sari, dan Canang Meraka.
Makna Canang
Canang memiliki peranan yang sangat penting dalam ritual keagamaan umat Hindu di Bali sehingga juga disebut Kanista atau "inti dari upakara". Sebesar apapun upacara tersebut maka tidak akan menjadi lengkap kalau tidak diisi dengan canang.
Canang sari digunakan sebagai persembahan harian kepada Sang Hyang Widhi Wasa sebagai ungkapan syukur atas kedamaian yang telah diberian kepada dunia; merupakan persembahan rumah tangga yang paling sederhana. Filosofi dari proses persembahan yaitu mengurbankan diri sendiri, sebab perlu waktu dan tenaga untuk mempersiapkan persembahan. Canang sari tidak digunakan saat ada kematian di dalam masyarakat atau keluarga. Umumnya juga digunakan pada hari-hari tertentu sepergi Kliwon, Purnama, dan Tilem.
Dalam canang sari terdapat 6 bahan yang wajib ada di dalamnya yaitu:
1. Daun janur
Daun janur dalam canang sari digunakan sebagai alas. Daun janur akan dibuat segi empat atau ceper sebagai bentuk simbol kekuatan Ardha Candra atau bulan.
Baca Juga: Kecelakaan Motor dan Mobil di Surade, Pedagang Bakso Cuanki Tewas
2. Porosan
Porosan merupakan bahan-bahan yang berada di atas ceper. Adapun bahan tersebut seperti pinang, sirih, daun janur, serta kapur. Bahan-bahan tersebut merupakan simbol dari Tridharma Hindu Bali, yakni Dewa Brahma, Dewa Wisnu, serta Dewa Siwa.
3. Irisan tebu, pisang, dan kue khas Bali
Pada canang sari harus terdapat irisan tebu, sepotong kue atau jajanan khas Bali, serta pisang karena bahan-bahan ini merupakan simbol dari Wiswa Ongkara.
4. Sampaian urasari
Sampaian urasari tempat untuk menaruh bunga dalam canang sari yang berbentuk bulat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Senin Terasa Berat Setelah Libur Panjang? Ini Fenomena Bare Minimum Monday yang Lagi Viral
-
Utang Puasa atau Syawal Dulu? Ini Jawaban Ulama yang Banyak Dicari Umat Muslim
-
Tren Baru Pasca Lebaran: Loud Budgeting, Cara Jujur Ngaku Lagi Bokek Tanpa Malu
-
Hingga Malam Ini, 1,1 Juta Pemudik Padati Bakauheni, Kendaraan Ikut Melonjak
-
PP Tunas Mulai Diterapkan, Banyak Kasus Anak Berawal dari Medsos Tanpa Pengawasan
-
Sinopsis Film Emmy, Angkat Kisah Emmy Saelan: Pahlawan Perempuan Makassar
-
ASN Jawa Timur Resmi WFH Setiap Hari Rabu, Kenapa Pilih di Tengah Pekan Ya?
-
Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
-
Dari Nostalgia Rasa ke UMKM Sukses, D'Kambodja Heritage Tumbuh Bersama Dukungan BRI
-
Menghidupkan Kenangan Lewat Rasa, D'Kambodja Jadi Ikon Kuliner Semarang Berkat Dukungan BRI