- Bitcoin siang ini di US$67.126, namun indikator teknikal membentuk pola *bear flag* mengindikasikan potensi tren turun.
- Level kunci support saat ini adalah US$63.000, tempat banyak pemegang aset berada pada posisi impas.
- Kegagalan support $63.000 berpotensi memicu koreksi tajam hingga target terburuk $42.510.
Suara.com - Hingga siang ini, Bitcoin (BTC) terpantau berada di posisi US$67.126. Meski angka ini menunjukkan penguatan tipis dibandingkan posisi pagi tadi yang sempat menyentuh kisaran US$66.000, indikator teknikal justru memberikan sinyal peringatan bagi para investor.
Mengutip laporan dari Beincrypto, pergerakan harga Bitcoin pasca aksi jual besar-besaran di bulan Januari telah membentuk formasi bear flag pada grafik harian.
Secara teknis, pola ini muncul ketika aset mengalami penurunan tajam yang diikuti oleh pemulihan lemah dalam rentang yang sempit.
Sejarah mencatat bahwa bear flag biasanya menjadi indikasi kelanjutan tren turun (downtrend), bukan tanda pemulihan permanen.
Setelah sempat merosot 38% menuju level US$60.130 di pertengahan Januari, BTC sempat bangkit ke US$72.200 pada awal Februari. Namun, kenaikan inilah yang kini teridentifikasi sebagai jebakan pola bear flag.
Pada 10 Februari lalu, harga Bitcoin secara resmi menembus batas bawah pola tersebut, yang mengonfirmasi kegagalan upaya pemulihan.
Indikator momentum Relative Strength Index (RSI) juga telah memberikan peringatan dini; meskipun harga tampak berusaha stabil, RSI menunjukkan adanya tekanan jual tersembunyi (bearish divergence).
Saat ini, fokus utama pasar tertuju pada level US$63.000. Area ini merupakan dinding permintaan (demand wall) yang sangat kuat, mengingat sekitar 1,3% dari total pasokan Bitcoin dunia terkonsentrasi di titik ini.
Banyak pemegang aset (holders) berada dalam posisi impas (break-even) di harga tersebut, sehingga level ini menjadi benteng pertahanan terakhir.
Baca Juga: Bitcoin Menguat ke USD97.000, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto
Skenario Terburuk: Potensi "Reset" Struktur Pasar
Jika dukungan di level US$63.000 gagal bertahan, risiko koreksi tajam akan meningkat secara eksponensial. Berikut adalah proyeksi tingkat penurunan jika terjadi kepanikan pasar:
Target Pertama: US$57.740
Target Panik: Kisaran US$42.510
Penurunan hingga ke level terbawah tersebut akan dianggap sebagai "reset" total pada struktur harga Bitcoin terbaru. Di sisi lain, untuk membalikkan keadaan menjadi positif, Bitcoin harus mampu merebut kembali posisi US$72.130 demi mengurangi tekanan jual.
Tren turun secara umum baru akan dianggap berakhir jika BTC mampu melesat di atas US$79.290.
Hingga ambang batas tersebut tercapai, setiap kenaikan harga saat ini kemungkinan besar hanya bersifat koreksi sementara. Kini, seluruh mata pelaku pasar tertuju pada level psikologis US$63.000 sebagai penentu arah masa depan Bitcoin dalam jangka pendek.
DISCLAIMER:
Artikel ini merupakan ringkasan analisis teknikal pasar kripto per Februari 2026 dan bukan merupakan saran investasi atau ajakan untuk membeli/menjual aset digital. Bitcoin dan aset kripto lainnya memiliki volatilitas harga yang sangat tinggi. Pembaca diharapkan melakukan riset mandiri dan memahami risiko kehilangan modal secara total sebelum terjun ke pasar kripto.
Berita Terkait
-
Harga Bitcoin Optimis Kembali ke Level USD 90.000 Usai Terperosok ke USD 61.000
-
Bitcoin Kembali ke Level USD 70.000: Akumulasi Nyata atau Jebakan Bull Trap?
-
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto
-
FOMC 2026: The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Amblas ke Level 70.000 Dolar
-
Dokumen Jeffrey Epstein 'Singgung' Identitas Satoshi Nakamoto dan Asal-Usul Bitcoin
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
Terkini
-
Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi dan Kerbau 'Menggila', Intervensi Pemerintah Dipertanyakan
-
Prabowo Marah Besar Gegara MSCI, Bos BEI: Ini Peringatan Buat Kami
-
Misbakhun Daftar Jadi Calon Ketua OJK, Purbaya: Rumor Itu Mungkin Salah
-
Truk ODOL Bebani Negara Rp43 Triliun, Larangan Mulai Berlaku Januari 2027
-
Purbaya Akui Anggaran Pembuatan Kapal KKP Belum Dikucurkan
-
Wanti-wanti IMA Soal Rencana Pangkas Kuota Batu bara-Nikel 2026: Investasi dan Ekspor Taruhannya
-
Libatkan Himbara, Petrokimia Gresik Pacu Digitalisasi Supply Chain Financing
-
Analis Rusia Prediksi Nikel Surplus 275.000 Metrik Ton, Singgung Indonesia
-
Setelah Gaspol IHSG Terkoreksi 0,38% di Sesi I, 386 Saham Turun
-
Harga Emas dan Perak Dunia Melemah, Cooling Down Usai Akumulasi Naik