News / Nasional
Kamis, 12 Februari 2026 | 15:33 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo memanggil Menteri Brian Yuliarto pada Kamis (12/2/2026) untuk melanjutkan pembahasan percepatan teknologi pengolahan sampah mikro.
  • Presiden mengarahkan percepatan implementasi teknologi sampah mikro yang telah dikembangkan oleh sekitar 20 perguruan tinggi.
  • Pemerintah menargetkan uji coba teknologi pengolahan sampah skala mikro ini dimulai tahun ini di tingkat kelurahan.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto ke Istana. Brian mengaku kehadirannya untuk melanjutkan pembahasan dalam rapat, Rabu kemarin.

Diketahui, pada Rabu (11/2), Brian hadir di Istana untuk ikut rapat bersama kepala negara membahas percepatan pengembangan teknologi pengolahan sampah, khususnya pada skala mikro, sebagai pelengkap program Waste to Energy yang telah berjalan.

"Saya belum tahu nanti mungkin abis itu, mungkin melanjutkan yang sampah mikro kemarin," kata Brian sebelum masuk ke Istana, Kamis (12/2/2026).

Brian mengatakan belum mengetahui detail siapa saja yang akan ikut rapat. Ia sebatas mengetahui ada 7 orang yang turut diundang hadir.

Kekinian, dikatakan Brian, sudah ada sekitar 20 kampus yang menerapkam teknologi tersebut.

"Sudah banyak. UGM, ITB, ITB baru akan mulai, Undip sudah, ada mungkin ditemukan ada 20 kampus diterapkan. Tahun ini kita dorong untuk membuat sampah di kampus selesai di kampus. Jadi mungkin kita harapkan 100 kampus tahun ini buat program sampah di kampus selesai di kampus," kata Brian.

Sebelumnya, dalam keterangannya usai rapat Rabu kemarin, Brian menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya akselerasi inovasi yang telah dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi.

“Jadi Bapak Presiden memberikan arahan selain tentu _Waste to Energy_ yang tetap terus berjalan. Beberapa teknologi pengolahan sampah skala mikro yang memang sudah dikembangkan di beberapa kampus tadi diminta oleh Bapak Presiden untuk dilakukan percepatan,” kata Brian, Rabu (11/2/2026).

Menurut Brian, sejumlah teknologi tersebut saat ini telah berjalan dan siap untuk dipercepat implementasinya melalui uji coba di berbagai daerah.

Baca Juga: Membaca Radar Hashim: Siapa Pejabat di Kabinet yang Terancam Dicopot?

Pengembangan ini, lanjut Brian, akan dilakukan secara terintegrasi dengan Danantara guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan program.

“Ada beberapa teknologi tadi dibicarakan, kita akan segera pilih dan juga akan berjalan bersama Danantara sehingga nantinya penanganan sampah juga akan berjalan di level-level mikro, di tingkat kelurahan lebih efektif,” kata Brian.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga memastikan aspek lingkungan menjadi perhatian utama.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) untuk menjamin bahwa teknologi yang diterapkan tidak menimbulkan dampak negatif.

Lebih lanjut, pemerintah akan segera menggelar rapat lanjutan bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Danantara, serta pemerintah daerah untuk mendorong implementasi secara lebih luas.

"Jadi kita akan segera lakukan rapat dengan LH, dengan Danantara untuk pengembangan teknologinya lebih massal, sehingga standarnya juga lebih baik. Dan juga tadi dengan Pemda, kita akan segera uji coba di beberapa kota dan ini harapannya juga bisa mempercepat penanganan sampah sambil menunggu tentu Waste to Energy yang sedang dijalankan Danantara berjalan,” tutur Brian.

Terkait target waktu, pemerintah menargetkan uji coba dapat dimulai dalam tahun ini di sejumlah kelurahan. Skala penanganan yang disiapkan pun difokuskan pada volume sampah di tingkat kelurahan atau desa.

“Kira-kira 10 ton per hari, jadi sampah di kelurahan, di desa itu kira-kira besarannya 10 ton per hari itu yang akan kita coba atasi,” kata Brian.

Berbeda dengan konsep Waste to Energy yang menghasilkan listrik, Brian menyebut bahwa teknologi skala mikro ini difokuskan pada pengurangan dan pengolahan sampah menjadi material turunan yang bermanfaat.

“Kalau yang ini tidak menghasilkan listrik, jadi ini hanya untuk menangani sampah menjadi pasir atau debu yang nanti bisa dipakai untuk dicampur pasir untuk trotoar, untuk semen dan sebagainya,” ujarnya.

Load More