/
Selasa, 11 Oktober 2022 | 10:30 WIB
Potret Gibran Rakabuming Raka sebagai Walikota Solo (suara.com)

Sukabumi.suara.com - Masyarakat tengah dihebohkan dengan isu ijazah yang digunakan Presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden periode 2014 dan 2019 palsu. 

Berita tersebut heboh saat seorang penulis yang bernama Bambang Tri Mulyono menggugat Presiden Joko Widodo karena diduga telah memalsukan ijazah untuk keperluan Pemilihan Presiden 2014 dan 2019.

Bambang Tri Mulyono telah mengajukan gugatan tersebut pada 3 Oktober 2022. Bambang Tri Mulyo juga menduga jika Presiden Joko Widodo memalsukan ijazah pendidikannya dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).  

Gibran Rakabuming Raka selaku Walikota Solo dan juga anak sulung dari Presiden Joko Widodo merasa sudah bosan dengan pemberitaan mengenai ijazah sang ayah. 

"Itu isunya muncul terus. Tanya aja ke yang bikin isu, sampai bosan nanggepinnya," kaya Gibran di Balaikota Surakarta pada Senin (10/10).

Gibran mengaku sudah lelah menanggapi tentang isu mengenai ijazah sang ayah. 

"Membantah 100 kali juga percuma kalau ngomong sama orang nggak waras," kata Gibran, dikutip oleh suara.com dari kanal YouTube Berita Surakarta.

Gibran menjelaskan tidak mungkin ayahnya dapat menjabat sebagai Presiden dan Walikota jika menggunakan ijazah palsu. 

"(Riwayat pendidikan Jokowi) ya sesuai itu. Sekarang daftar Wali Kota, Gubernur, kalau nggak pakai ijazah pakai apa? Mau pakai daun pisang?" tutur Gibran.

Baca Juga: Dituding Intervensi Agama Farel Prayoga, Ini Klarifikasi Gus Miftah

Menurutnya, jika Presiden Joko Widodo hanya menggunakan ijazah palsu, tidak mungkin lolos pendaftaran pada berbagai pencalonan politik yang diikutinya, mulai dari Pemilihan Wali Kota Surakarta, Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, hingga Pemilihan Presiden 2014.

Sumber: suara.com

Load More