/
Selasa, 18 Oktober 2022 | 09:00 WIB
Pencarian N, anak yang hanyut di selokan Cisaat Sukabumi pada hari keenam pencariannya belum ditemukan (Sukabumiupdate.com)

Sukabumi.suara.com - Pencarian anak Sekolah Dasar yang hanyut akibat terseret banjir di selokan yang berada di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi terus dilakukan. 

N (7) sudah hilang selama 6 hari terhitung dari N menghilang sejak 12 Oktober lalu. Hingga Senin petang (17/10/2022) raga dari N belum ditemukan. 

Suryo Adianto selaku Korpos SAR Basarnas Sukabumi mengatakan, jika dalam pencarian N tim SAR dibagi menjadi 4 bagian ke dalam tim Search and Rescue Unit (SRU). Tim tersebut bertanggung jawab dalam melakukan pencarian N dengan menyisir daratan dan mengarungi sungai dibantu dengan perahu rafting. 

Menurut Suryo, tim SRU pertama melakukan pencarian di bendungan Cipeundeuy ke bendungan Almulk. Sedangkan tim SRU kedua dari Almulk sampai ke  jembatan Pasar Sabtu kemudian SRU yang ketiga menggunakan dua perahu rafting mengarungi sungai dari Pasar Sabtu ke Padabeunghar. 

“SRU keempat menggunakan dua perahu dari Padabeunghar sampai ke muara Palabuhanratu,” ujarnya.

Suryo menjelaskan bahwa kendala yang dihadapi saat ini dalam pencarian N yaitu hujan yang masih terus turun dan juga bebatuan yang ada di sungai Cimandiri mempersulit pencarian. 

Suryo mengatakan dalam pencarian ini terdapat beberapa titik fokus, yaitu tumpukan-tumpukan sampah yang berada di sungai hingga muara PLTU Palabuhanratu. 

Diketahui terdapat banyak tumpukan sampah di muara PLTU Palabuhanratu, karena aliran Sungai Cimandiri yang mengarah ke sana. Tim SAR sudah mengoptimalkan untuk melakukan pencarian di daerah tersebut. 

“Kita takutkan si korban berada disitu dan tertumpuk, tapi hingga saat ini hasil dari pencarian yang dilakukan masih nihil,” ucap Suryo.

Baca Juga: Doa Sebelum Tidur Agar Terhindar dari Gangguan Jin

Berdasarkan dengan SOP, operasi SAR akan dilakukan selama 7 hari. Hingga hari ini yaitu Selasa 18 Oktober yang merupakan hari terakhir operasi SAR.

“Kita optimis sebelum hari terakhir besok kita bisa menemukan korban tersebut. Untuk hari besok ada beberapa rencana. Jadi kita akan melakukan pencarian dari awal hingga sampai ke muara PLTU, yaitu dari Tempat Kejadian Musibah (TKM) korban tenggelam hingga muara PLTU,” ujarnya pada Senin (17/10). 

Suryo juga menambahkan akan berusaha secara maksimal dalam melakukan pencarian di hari ketujuh.

 “Kita akan berusaha berkomunikasi dengan teman-teman lain diantaranya komunitas Drone, mungkin kita ajak komunikasi itu untuk membantu kita dalam pencarian di hari esok," tambahnya.

Sumber: Sukabumiupdate.com 

Load More