- COO BPI Danantara, Dony Oskaria, mengonfirmasi rencana pembangunan pabrik baja baru dimulai Maret 2026.
- Pabrik baja baru tersebut direncanakan menambah kapasitas produksi domestik sebesar tiga juta ton baja.
- Pembangunan ini bertujuan mengurangi dominasi impor baja nasional melalui pengembangan industri hulu baja.
Suara.com - Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Dony Oskaria, memastikan akan ada pabrik baja yang akan dibangun.
Menurutnya, perbaikan industri baja tidak hanya dilakukan padaPT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) saja, tetapi juga kinerja industri baja secara menyeluruh.
"Krakatau Steel hari ini sudah memasuki fase menuju sehat secara finansial, Danantara sudah melakukan intervensi dan perbaikan terhadap kesehatan Krakatau Steel," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Rencananya, Dony melanjutkan pembangunan pabrik baja itu akan dimulai pada bulan Maret 2026. Dengan pabrik itu, pemerintah akan mendapatkan kapasitas tambahan sebesar 3 juta ton baja.
"Salah satu proyek hilirisasi yang dilakukan Danantara tahun ini adalah pengembangan upstream industri baja kita yang akan segera kita groundbreaking bulan depan, untuk penambahan kapasitas 3 juta ton baja," ucapnya.
Dony melanjutkan, upaya pembangunan ini juga untuk mengurangi ketergantungan impor baja. Dengan penambahan kapasitas, maka kebutuhan dalam negeri bisa terpenuhi.
"Kami berharap kebutuhan baja kita hari ini masih didominasi impor, dengan mengembangkan pabrik baja kita ke depan di upstream yang akan groundbreaking bulan depan dengan kapasitas produksi 3 juta ton per tahun," bebernya.
Dony yang juga Kepala BP BUMN ini juga menginginkan, pemerintah juga harus ikut andil melindungi industri baja itu. Karena, ia menilai jika tanpa dorongan pemerintah, maka industri baja sulit berkembang.
"Kami berharap ada keberpihakan kita memajukan industri baja yang ke depannya tentu jadi suplai bagi industri turunannya," pungkasnya.
Baca Juga: Sama-sama Bisnis di Pertambangan, Perbedaan Perminas dengan MIND ID
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
BRI Perkuat Transformasi Digital, Pengguna BRImo Tembus 45,9 Juta
-
KPK OTT Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sekaligus, Purbaya: Saya Dampingi Tapi Tak Intervensi
-
Anak Buah Menkeu Purbaya Kena OTT KPK
-
Pejabat Tinggi Bea Cukai Pusat Diperiksa KPK, Anak Buah Menkeu Purbaya Pasrah
-
Sempat Tertekan, IHSG Berhasil Rebound 0,29 Persen
-
Redam Gejolak Pasar, Menko Airlangga Lobi Langsung Investor Institusional
-
Strategi Discovery E-Commerce Jadi Kunci Lonjakan Penjualan Jelang Ramadan 2026
-
5 Alasan Utama Perdagangan Kripto Berbeda dengan Perdagangan Forex Meskipun Grafik Terlihat Sama
-
Purbaya Sebut Revisi UU P2SK Bisa Perbaiki Gejolak Pasar Saham
-
Rupiah Terpeleset Jatuh Setelah Ada Kabar Misbakhun Jadi Calon Ketua OJK