/
Minggu, 30 Oktober 2022 | 13:20 WIB
Pengevakuasian korban yang berada di Itaewon, KBRI mengatakan jika tidak ada WNI yang menjadi korban jiwa dalam tragedi tersebut (Yonhap News)

Sukabumi.suara.com - Peristiwa yang menewaskan ratusan orang di Itaewon tersebut terjadi karena banyaknya orang yang berdesak-desakan sehingga banyak orang yang kehabisan nafas dan terkena penyakit jantung secara mendadak. 

Dilansir dari ANTARA pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Seoul, Korea Selatan mengatakan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban jiwa dalam peristiwa tragis yang ada di Itaewon. 

"Hingga pagi ini, informasi dari kepolisian menyebutkan bahwa belum diketahui adanya WNI yang menjadi korban," berdasarkan dengan keterangan tertulis KBRI Seoul yang diterima di Jakarta, pada Minggu (30/10/2022). 

KBRI Seoul terus mengadakan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengetahui informasi tentang kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban. 

Sebanyak kurang lebih 146 orang meninggal dunia dalam perayaan halloween yang berubah menjadi tragis, diduga sebanyak lebih dari 70 orang juga mengalami luka-luka. Jumlah tersebut dikhawatirkan akan terus bertambah. 

Presiden Yoon Suk Yeol telah mengadakan rapat darurat dan memberikan aksi cepat tanggap kepada pihak berwenang untuk mengevakuasi para korban, mencegah adanya korban tambahan dan menjaga situasi di lokasi kejadian.

Dari berbagai video dan gambar yang ada di sosial media diketahui bahwa pada Sabtu (29/10) malam jalanan Itaewon yang relatif sempit dan miring tersebut dipenuhi oleh ribuan orang yang ingin memeriahkan halloween. 

Load More