Sukabumi.suara.com – Hampir seminggu sejak gempa bumi Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11/2022) lalu. Masih diikuti dengan sejumlah gempa susulan skala kecil, hingga kini masih banyak juga warga yang menteap di pengungsian lantaran tidak ada rumah tinggal.
Bantuan yang diberikan oleh banyak pihak pun terus disalurkan, baik itu pakaian, obat-obatan hingga makanan. Namun belakangan ini, ramai soal kejadian mengenai kabar penolakan bantuan mie instan yang dilakukan warga terdampak gempa di Cianjur.
Dari sejumlah konten di media sosial TikTok, muncul konten keluhan yang diduga dari para warga korban gempa, yang mengeluhkan bantuan pangan yang hanya berupa mi instan, salah staunya terlihat dari akun instagram @gunawan…4.
Pada Sabtu (26/11/2022), akun tersebut nampak mempertanyakan soal nasib kesehatan para korban akibat terlalu sering memakan mi instan.
“Bantuannya kebanyakan Indomi*, gimana dengan lambung mereka yaAllah” tulis pemilik akun dalam sebuah video yang diunggah.
Bukannya mendapat empati, keluhan tersebut nyatanya justru dibanjiri komentar kritik dari warganet. Sebagian besar dari mereka menilai jika banyak warga Cianjur kurang merasa bersyukur, dan tidak bisa memahami kondisi darurat yang membutuhkan makanan untuk bisa dimakan secara instan.
“lihat berita cianjur antara simpati dan emosi” tulis salah satu komentar,
“Indomi* kan makanan darurat yang paling gampang dimasaknya om, semoga cepat pulih kembali” tulis warganet lainnya mencoba memberikan pemahaman,
“kalau ngasih bantuan nasi Padang gak bisa. soalnya pas Sampek sana keburu basi,” ujar yang lain,
Baca Juga: 17 Sekolah di Sukabumi Rusak Dampak dari Gempa Bumi Cianjur
"Terus mau apa? nasi campur, perkedel, KFC, McD, pizza, burger, sate, apa gimana?" tanya lainnya,
“Saya orang rantau ikut berdonasi dari uang makan saya untuk para saudara di Cianjur, saya rela makan mie juga pak. Banyak” bersyukur pak” komentar salah satu orang yang mengaku ikut berdonasi.
Di sisi lain, sebelumnya peristiwa gempa Cianjur juga menyita perhatian lantaran adanya aksi sekelompok warga yang masih sempat melakukan pencegatan terhadap kendaraan distribusi bantuan.
Meski sudah meminta maaf, tak lama juga kembali muncul pencegatan yang dilakukan kelompok warga lainnya. Kendaraan yang dicegat bahkan nampak baru dipernolehkan lewat ketika memberi uang senilai Rp100 ribu kepada kelompok warga tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Kemeriahan Gema Malam Takbir di Bundaran HI Jakarta
-
Ketika Ayah Jadi Trauma Terbesar Anak Perempuan, Ironi di Buku Sea Me Later
-
Siapa Lili Reinhart? Aktris Hollywood yang Jadi Sorotan di MV BTS SWIM
-
Lebaran Penuh Berkah: 5 Destinasi Wisata Religi di Solo yang Menyejukkan Hati
-
Ucapan Meminta Maaf Saat Lebaran Pakai Bahasa Jawa: Halus, Sopan, dan Menyentuh Hati
-
Kenapa Pohon Tidak Bergerak Saat Lebaran Menurut Islam? Ini Penjelasannya
-
Bosan Mudik Begitu Saja? Intip 5 Destinasi Wonosobo yang Siap Manjakan Mata Usai Lebaran
-
Ini 5 Wisata Malam Solo untuk Nikmati Lebaran Idul Fitri
-
Skandal! Dean James Punya 2 Paspor? NAC Breda Desak KNVB Selidiki
-
Legenda Laga Hollywood Chuck Norris Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun