Sukabumi.suara.com – Sebelumnya ramai soal perbuatan sejjumlah oknum warga yang baru diketahui merupakan anggota ormas, mencopot label gereja pada tenda bantuan untuk penggungsi gempa Cianjur.
Menimbulkan kontroversi, kini sejumlah orang yang berada pada video pencopotan label tenda tersebut diketahui sudah diamankan dan dimintai keterangan dan menjalani pemeriksaan di kepolisian.
Dalam prosesnya, AKBP Doni Hermawan selaku Kapolres Cianjur juga mengatakan jika pihaknya menyertakan keterangan dari dua orang saksi, yakni korban bencana yang mendiami tenda tersebut.
“"Kami masih mengumpulkan bukti lainnya terkait kasus pencabutan label rumah ibadah yang terpasang di tenda bantuan untuk korban gempa, guna proses penyelidikan lebih lanjut," ujar Doni, Selasa (29/11/2022), mengutip Suara.com.
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa perbuatan sejumlah oknum yang melepas label tersebut viral di media sosial dan menjadi perhatian karena dianggap dapat memancing intoleransi antar umat beragama.
Masih didalami, jika terbukti bersalah sejumlah terduga pelaku tersebut akan naik status menjadi tersangka dan naik tingkat menjalani proses penyelidikan, terkait penilaian dari ahli bahasa ujaran kebencian.
"Kita akan naikkan kasusnya ke penyelidikan setelah saksi memberikan keterangan karena bukti sudah kita kantongi," tambah AKBP Doni lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA