Sukabumi.suara.com - Baby blues atau bisa juga dikenal dengan fenomena yang menimpa seorang ibu ketika selesai melahirkan. Umumnya kondisi ini akan dimulai pada hari ke-2 ataupun ke-3 setelah melahirkan.
Dilansir dari ANTARA jika sindrom baby blues ini tidak ditangani dapat menyebabkan sang ibu mengalami depresi. Hal tersebut dibenarkan oleh Dokter spesialis kedokteran jiwa dari RSUP Persahabatan dr. Tribowo T. Ginting, SpKJ(K).
Dr. Tribowo menyebutkan jika baby blues tidak tertangani dapat sebabkan gejala depresi postpartum.
"(Baby blues syndrome) akan jadi masalah kalau tidak tertangani, nanti berkelanjutan menjadi gejala depresi postpartum," kata Tribowo dalam acara talkshow kesehatan yang diadakan secara online, pada Selasa (13/12/2022) dikutip dari ANTARA.
Menurut Tribowo baby blues merupakan gejala wajar yang dapat menimpa ibu baru melahirkan. Karena ibu yang baru melahirkan mengalami perubahan hormon yang signifikan sehingga dapat mempengaruhi perasaannya.
Selain itu baby blues sindrom dapat juga terjadi karena masalah yang dialami semenjak masa kehamilan sehingga sebabkan ibu merasa tertekan dan sedih.
Umumnya baby blues terjadi hingga 1 minggu setelah gejala pertama muncul atau dirasakan. Jika lebih dari dua minggu ada kecurigaan bahwa itu berkembang menjadi depresi.
Tribowo juga mengatakan baby blues sindrom dapat berkembang menjadi psikosis postpartum yang akan ditandai dengan munculnya halusinasi ataupun amarah yang berkelanjutan.
"Itu yang menjadi perhatian kalau misalnya kondisi awal baby blues itu tidak ditangani secara serius," ucap Tribowo.
Baca Juga: 3 Alasan Orang Suka Makan di Warteg, Mudah Dijumpai
"Kadang-kadang kan orang berpikir biasa bagi seorang ibu habis melahirkan begitu. Karena sembilan bulan mengandung anaknya terus dia harus melepas dan ada sesuatu yang berbeda sehingga ibu harus beradaptasi kembali. Ya benar, tapi kalau dicuekin hati-hati, jangan sampai berlanjut menjadi kondisi yang lebih berat," tambahnya.
Keluarga memiliki peran yang penting dalam menciptakan suasana yang nyaman dan tentram setelah melahirkan. Selain itu ibu-ibu yang baru melahirkan diminta untuk memiliki waktu istirahat yang cukup dan juga waktu untuk diri sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati