Penulis Uncle Ko (Dwi Handoko)
Pagi ini begitu indah bersama semerbak sinar mentari menyengat semangatku di hari ini. ya…karena hari ini aku akan mempertanggung jawabkan tugasku sebagai guru yang memiliki tugas tambahan sebagai wali kelas.
Tugasku untuk membimbing para siswaku agar mampu mempersiapkan diri dalam menghadapi masa depan, terus terang aku sendiri tidak tahu seperti apa masa depan mereka disaat teknologi perkembang sangat cepat.
Terkadang aku ragu terhadap mereka apakah mereka sanggup untuk menghadapi masa depan mereka sedangkan aku hanya membimbingnya dibatasi oleh waktu yang hanya tiga tahun. dalam hati kecilku ingin rasanya membimbing mereka lebih lama lagi agar mereka benar-benar siap menghadapi kehidupan di masa yang akan datang.
Kupacu kendaraan menuju sekolahku sesampainya di sana kupersiapkan lembar laporan peserta didik ku untuk kubagikan kepada orang tua siswa yang kelihatannya sudah mulai ramai menunggu hasil pendidikan putra-putri mereka selama 1 tahun.
Setelah semua sudah ku persiapkan, aku bergegas menuju kelas yang telah ditetapkan sebagai tempat pembagian raport hasil belajar siswa-siswiku. kuterbarkan senyum untuk para orang tua siswa yang mungkin saja sudah lama menanti kehadiranku.
Tampak wajah penuh harap orang tua sisiwa mengarah ke diriku. untuk saat ini masih terbesit dipikiranku bahwa mereka mengharapkan kesuksesan putra-putri nya baik sekarang ataupun di masa depan.
Kembali lagi aku menebarkan senyum kepada mereka, aku merasa bahagia disaat orang tua siswa menganggapku sebagai sosok seorang guru yang dipercaya untuk membimbing, mendidik, menggembleng putra-putrinya agak kelak mampu menghadapi masa depan mereka masing-masing.
Sedangkan aku selalu berharap agar orang tua selalu berpikir aku adalah seorang pembimbing dan pendidik putra-putri mereka yang akan menjadi inspirasi mereka disaat mereka berada dalam kesuksesan kehidupan dan menjadi motivasi mereka disaat berada dalam kegagalan kehidupan.
Baca Juga: Sejarah Kereta Pangrango Bogor-Sukabumi
Aku mulai memanggil satu per satu nama siswa sesuai dengan urutan prestasi siswa-siswiku dan satu persatu orang tua siswa mulai maju menuju mejaku, pada awalnya aku menceritakan perkembangan putra-putrinya dengan menunjukan tabel penilaian pengetahuan , penilaian keterampilan, dan penilaian sikap.
Tapi ada kebanyakan orang tua hanya sebagai pendengar dan menganggap pembicaraanku hanya sekedar sekilas iklan dalam pembagian raport. Terus terang aku mulai bersedih karena yang mereka inginkan hanya istilah naik atau tidak naik kelas.
Bila status anak mereka naik banyak beberapa orang tua mengucapkan terimakasih lalu memberiku suatu bingkisan karena telah membuat putra-putrinya bisa naik kelas. mereka sama sekali tidak pernah menyadari bahwa kesuksesan putra-putri mereka bukanlah saat mereka naik kelas atau lulus sekolah.
Sukses putra-putri mereka adalah disaat putra-putrinya mampu menghadapi dan menyelesaikan segala permasalahan kehidupan.
Aku menatap bingkisan-bingkisan ini penuh dengan kesedihan, gugur sudah tugasku sebagai seorang guru karena aku merasa layaknya seorang bandar judi yang menjanjikan putra-putrinya memenangkan kehidupan ini.
Mereka orang tua siswa berani mempertaruhkan hadiah yang paling mahal untuk putra-putrinya kepada gurunya dan putra-putrinya akan menganggap gurunya sebagai seorang teller pendidikan yang akan memberi nilai mereka baik karena sudah mendapatkan hadiah dari orang tuanya.
Saat ini aku merasa dihinakan oleh diriku sendiri sebagai seorang guru, sebagai wali kelas, dan yang terpenting sebagai seorang pendidik, sepanjang perjalanan ku menuju mejaku irama-irama hinaan yang terbungkus dalam kata-kata “ Selamat ya dapat banyak bingkisan” seolah menusuk jiwa seorang guru, mencabik hati seorang pendidik.
Berita Terkait
-
Liburan Sekolah, Ajak Anak Bersenang-Senang Bersama Karakter Film Riki Rhino Yuk di Mall!
-
SMA Negeri 1 Cijeruk Menuju Sekolah Adiwiyata
-
17 Sekolah di Sukabumi Rusak Dampak dari Gempa Bumi Cianjur
-
Siswa Sekolah di Kabupaten Sukabumi Harus Mendayung Perahu Demi Bisa Sebrangi Sungai
-
Update Tentang Pembunuhan Siswa SMK di Sukabumi, Motif Pelaku yaitu Rivalitas Antar Sekolah
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Merengek Ketakutan Putra Benjamin Netanyahu Kabur ke AS saat Israel Dihujani Rudal Iran
-
Pramono Anung Siapkan 25 Ruang Terbuka Hijau Baru di Jakarta
-
Mudik Gratis Kian Diburu Jelang Lebaran 2026, Jateng dan Jatim Jadi Tujuan Favorit
-
Netanyahu Disalip Babi? Merlin Babi Pintar dengan Jutaan Followers di Instagram
-
Dompet Warga AS Tercekik, Harga BBM Meroket Cepat dalam Setahun, Trump Bisa Apa?
-
Melaju ke Final Festival Liga Ramadhan, Progres Positif Kendal Tornado FC Youth
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Kolaborasi KUR BRI dan UMKM Genteng Dukung Program Pembangunan Hunian
-
Dari Majalengka ke Berbagai Kota: Genteng UMKM Menopang Program Perumahan
-
BRI Perkuat Pembiayaan UMKM Genteng di Tengah Lonjakan Permintaan Pasar