Sukabumi.suara.com - Film ini bercerita tentang Maya Kowalski yang menjadi objek perhatian pemerintah Amerika Serikat. Film dibuka dengan wawancara Maya yang trauma terhadap pelayanan rumah sakit.
Saya termasuk orang yang merindukan berjalannya sistem perlindungan terhadap hak-hak anak atau child rights. Saat dimana negara mengambil alih anak-anak jalanan yang dieksploitasi secara terang-terangan di hadapan Polisi di sebuah lampu merah yang berjarak 100 meter dari rumah walikotanya.
Sistem yang bisa menjerat para pelaku perdagangan anak, memberikan obat bius agar bayi sewaan tidur sampai dengan pelaku pelecehan seksual baik dalam keluarga maupun berkedok pendidikan.
Dalam film dokumenter ini digambarkan bahwa sistem hukum di Amerika sudah memasukan kriteria perilaku kekerasan dalam hal mengobati anak. Secara di atas kertas tentu saja ideal.
Henry Roosevelt sebagai sutradara menyampaikan bagaimana nyawa seorang ibu harus menjadi harga atas penolakan permohonan seorang ibu untuk memeluk anaknya yang baru berusia 10 tahun.
Maya didiagnosa menderita penyakit langka yang hanya bisa didiagnosis beberapa dokter ahli sejak tahun 2016. Sampai harus diobati dalam kondisi koma.
Kondisinya membaik sampai dengan kambuh di tahun 2010 an. Tragedi dimulai dengan ketidakmampuan diagnosa dokter di RS John Hopkins, sebuah institusi kedokteran yang menjadi rujukan dunia.
Dokter malah melaporkan orang tua Maya kepada Komisi Perlindungan Anak. Celakanya Komisi malah menugaskan terduga pelaku kekerasan. Begitu pula dengan penugasan detektif yang manipulatif dan intimidatif.
Jurnalis menemukan ratusan testimoni lain seperti kasus Maya. Orang Tua si anak yang sakit harus berpisah bahkan dipenjara atas dasar kejahatan yang tak pernah dilakukannya.
Baca Juga: Inge Anugrah Selingkuh dengan Eks Anggota Boyband Smash Rafael Tan? Mereka Suka Bikin Konten Bareng
Jika tidak marah, gemas, mungkin saya ragukan rating di atas 9.
Berita Terkait
-
Banjir Bintang Korea, Intip 9 Adu Peran Pemain Film Smugglers
-
Sinopsis Bleeding Steel, Film Laga yang Dibintangi Jackie Chan
-
Alami Kenaikan Pendapatan, Arkadia Digital Media Optimis Raih Kinerja Positif di Tahun 2023
-
Ditinggalkan Adik, Nagita Slavina Menangis
-
Sinopsis Rugal, Drama Populer di Tahun tahun 2020 yang Dibintangi Choi Jin Hyuk dan Park Sung Woong
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Mending On Cloud atau Asics Buat Lari? Ini 5 Rekomendasi Sepatu Terbaiknya
-
5G Jadi Kunci Percepatan Adopsi AI di Indonesia, Diprediksi Dominasi Data Seluler 2030
-
Ini Motif Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi
-
Melihat Karya Ikonik Mendiang Hengki Kawilarang, Desainer Langganan Syahrini hingga Krisdayanti
-
Sama-sama RON 92, Intip Perbedaan Formula BBM Pertamina Hingga Shell
-
5 Cara Mengenali Deepfake Call agar Terhindar dari Penipuan Berbasis AI
-
Kronologi Sadis Penyiraman Air Keras di Tambun: Otak Pelaku Bayar Eksekutor Rp9 Juta
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional
-
Senja, Luka, dan Sebuah Cerita
-
Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM