Bahan bakar disimpan di sayap pesawat dengan beberapa alasan. Alasan utamanya adalah untuk menyeimbangkan berat karena bahan bakar merupakan salah satu komponen terberat dalam pesawat. Pada beberapa penerbangan jarak jauh, bahan bakar dapat mencapai sepertiga dari berat kotor pesawat.
Menyimpan berat tambahan ini di dalam badan pesawat akan mengurangi ruang kargo yang tersedia dan meningkatkan beban dan tekanan pada struktur pesawat. Dengan memuat bahan bakar ke dalam sayap, sebagian besar berat dibawa langsung ke sumber daya angkat, yang mengurangi tekanan pada sayap saat terbang dan menyebar beban secara lebih merata di seluruh kerangka pesawat. Menyimpan bahan bakar di sayap juga memungkinkan aliran bahan bakar secara gravitasi, sehingga bahan bakar dapat mengalir ke mesin tanpa bergantung pada pompa dalam keadaan kerusakan.
Alasan lainnya adalah untuk menyeimbangkan tekanan karena tangki bahan bakar di sayap, terutama saat penuh, memberikan kekuatan dan stabilitas pada pesawat saat lepas landas. Tangki yang penuh meningkatkan kekakuan sayap dan menyebarkan berat lepas landas secara lebih merata di seluruh pesawat. Hal ini membantu menjaga ujung sayap agar tetap di bawah dan sejajar untuk menyeimbangkan badan pesawat yang tidak proporsional yang beratnya lebih besar saat pesawat melaju di landasan pacu.
Selain itu, penyimpanan bahan bakar di sayap juga bertujuan untuk mengurangi getaran sayap. Getaran sayap adalah fenomena di mana sayap bergetar akibat gaya aerodinamika. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan atau bahkan kegagalan struktur sayap jika tidak dikendalikan dengan baik. Menyimpan bahan bakar di sayap pesawat merupakan cara cerdas dan efisien untuk menggunakan ruang, menyeimbangkan berat, menyeimbangkan tekanan, dan mengurangi getaran sayap. Selain itu, hal ini juga menghemat biaya bagi produsen dan maskapai, karena menghilangkan kebutuhan tangki atau kantung berat yang memerlukan pemeliharaan rutin dan membatasi kapasitas muatan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Gandeng Musisi Lintas Negara, Bella Fawzi Rilis Lagu 'Our Power' demi Palestina
-
Olah TKP Kecelakaan Maut Pantura Indramayu, Korlantas Polri Temukan Fakta Mengejutkan
-
Ulasan Hyper Knife: Membongkar Obsesi dan Sisi Gelap Dunia Kedokteran
-
BPI Perkuat Kolaborasi dengan Masyarakat Pesisir Lewat Pelestarian Tradisi Sedekah Laut Roban
-
Kali Baru Cibinong Lumpuh Total! 60 Truk Dikerahkan Angkut Ratusan Ton Sampah
-
3 Sepatu Compass Paling Laris di Shopee Sesuai Review Pembeli, Dijamin Ori
-
Dihukum Tanpa Tahu Kesalahan: Sisi Gelap Birokrasi dalam Mahakarya Franz Kafka
-
5 Pilihan HP 5G dan NFC Paling Murah yang Bisa Dilirik di 2026
-
Gus Miftah Apakah Keturunan Kyai? Ini Silsilah Keluarga Miftah Maulana
-
Krisis Introspeksi Pejabat: Mengapa Pemerintah Sulit Mengakui Kesalahan?