Sukabumi.suara.com- Kuliah kerja nyata atau yang lebih dikenal dengan sebutan KKN merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah yang sudah ditentukuan.
Selain itu, KKN juga menjadi bagian yang sangat penting bagi mahasiswa dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi, terutama berkaitan dengan pengabdian kepada masyarakat.
Sehingga dengan adanya program KKN dari kampus membuat mahasiswa lebih aktif bersosialisasi dan memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat yang ada disekitarnya.
Seperti yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa dari Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi yang sukses melaksanakan kuliah kerja nyata di desa Undrus Binangun yang terletak diwilayah Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.
Dalam menjalankan progaram kuliah kerja nyatanya tersebut, sekelompok mahasiswa yang menyatakan diri sebagai kelompok satu dari peserta KKN Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi tahun 2023 itu mengusung tema yang begitu luar biasa.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh ketua kelompok 1 KKN Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi tahun 2023, Aliva Salsabila yang mengatakan jika kelompok mereka mengusung tema tentang pencegahan Digital Hoax dan Hate Speacah.
"Dengan tema, membangun generasi literasi digital native dalam mencegah digital hoax dan hate speech," kata Aliva dalam keteranggannya, dikutip Sukabumi.suara.com pada Kamis (24/08/2023).
Selain itu, mahasiswi semester 6 ini juga menjelaskan jika KKN yang mereka laksanakan hanya dalam kurun waktu 2 minggu saja berhasil memberikan kesan yang postif bagi masyarakat desa Undrus Binangun.
"Pelaksanaan KKN tersebut dimulai sejak (08/08/2023) dan berakhir pada (22/08/2023)." ujar Aliva.
Baca Juga: 5 Pemain Timnas Indonesia U-23 yang Diprediksi Jebol Gawang Thailand
Dalam kurun waktu 2 minggu tersebut, Aliva menjelaskan jika kelompoknya yang berjumlah 28 orang dibagi menjadi 5 bidang garapan.
"Jumlah anggota 28 mahasiswa, program yang terbagi kedalam 5 bidang yaitu, bidang keagamaan, sosial, budaya, kesehatan, ekonomi, dan bidang pendidikan," sambung Aliva Salsabila.
Adapun kegiatan yang mereka lakukan dalam kurun waktu 14 hari tersebut, Menurut Aliva ada beberpa program kerja yang telah dijalankan, dari sosialisasi ke lembaga pendidikan setempat, hingga bantuan kesehatan terhadap masyarakat.
"Kegiatan yang kami lakukan selama KKN meliputi sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, membantu UMKM, membantu kegiatan kesehatan dan berkolaborasi dengan masyarakat dalam kegiatan 17 Agustusan," ucap ketua kelompok 1 KKN Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi tersebut.
Sementara itu, tanggapan positif datang dari pemerintah desa terutama kepala desa Undrus Binangun, Wahyudin yang merasa sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa dari Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi tersebut.
Menurut sang kepala desa, dengan adanya mahasiwa yang melaksakan kegiatan KKN diwilayah kerjanya bisa memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak yang ada di desa tersebut.
Berita Terkait
-
Tabrakan dengan Truk, Mahasiswa KKN Tewas di Kuansing
-
Kembangkan Obat Tradisional, KKN UIN Walisongo Adakan Pelatihan Membuat Jamu
-
Pemasangan Rak Buku untuk Pojok Baca di Sekolah MI Legok Jambi
-
Tak Terlupakan, Ini 6 Pengalaman Unik yang Bisa Kamu Rasakan saat KKN
-
Mahasiswa KKN UIN KHAS Jember Tanam Bunga di Taman Baca Desa Sumberlesung
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Di Balik Sepiring MBG: Mengurai Risiko Keracunan dari Dapur hingga Meja Makan Siswa
-
Sandy Walsh Tiba di TC Persib dengan Cedera, Begini Kondisi Terbarunya
-
Gempa Flores Rusak Sejumlah Perangkat TelkomGroup, Pemulihan Terkendala Listrik
-
3 Rekomendasi Cushion Waterproof dan Tahan Keringat, Makeup Tetap Flawless
-
6 Penyebab Rambut Beruban di Usia Muda, Kondisi Kesehatan hingga Gaya Hidup
-
Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa
-
How to Make Millions Before Grandma Dies: Ketika Warisan Bukan Lagi Tujuan Utama
-
Keberuntungan Zodiak 17 Agustus, Cek Peruntungan Hari Ini
-
7 Menu Sarapan Sehat agar Kuat Berdiri dan Tidak Lemas saat Upacara 17 Agustus
-
Gempa M7,7 Nagekeo NTT Simpan Bahaya Tersembunyi, Ahli ITB Ungkap Potensi Pengulangan Sejarah