/
Rabu, 30 November 2022 | 18:28 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Iriana Jokowi bertolak kembali ke Tanah Air usai menghadiri KTT APEC di Bangkok, Thailand, Jumat (18/11/2022). ([Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden])

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), kerap meminta masyarakat dan jajaran di pemerintahan untuk meninggalkan barang impor dan cinta produk luar negeri.

Sayangnya, istrinya, Ibu Negara Iriana Jokowi hingga anaknya Kahiyang Ayu, kedapatan beberapa kali pakai barang mewah produk luar negeri seperti tas branded.

Barang itu seperti tas Dior Iriana Jokowi seharga Rp 79 juta, yang digunakan saat peringatan ke-76 Hari Bhayangkara di Semarang pada Juli 2022 lalu.

Ada juga tas coach Kahiyang Ayu, brand asal New York berwarna coklat seharga Rp 8,3 juta yang dipamerkannya di Instagram 2019 silam.

Jokowi baru saja mengaku senang, saat mendapati pemerintah daerah bekerjasama dengan brand lokal dan meninggalkan barang impor.

Hal itu dinyatakannya ketika menerima laporan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) bahwa capaian penggunaan PDN mencapai Rp 547 triliun atau 44,9 persen dari APBN/APBD.

"Ini sebuah capaian yang bagus, yang menunjukkan belanja produk dalam negeri sudah semakin meningkat. lebih dari 40 persen yang kita targetkan, tapi belanja produk dalam negeri tahun 2023 harus lebih tinggi lagi," kata Jokowi dalam acara Rakor Monev Inpres 2 Tahun 2022 secara virtual, Selasa (29/11/2022).

Kenapa Pilih Tas Branded?

Daya tarik barang mewah dari luar negeri tidak hanya melanda Iriana Jokowi dan Kahiyang Ayu, tapi juga banyak publik figur lainnya seperti artis hingga pengusaha ternama.

Baca Juga: 2 Pejabat PT Sumekar Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Pembelian Kapal BUMD Sumenep

Fenomena ini cukup jadi tanda tanya besar, karena jika seseorang mengedepankan fungsi maka tas, sepatu, hingga pakaian apapun asal kualitasnya baik dan berfungsi semestinya, maka brand lokal dengan harga standar tetap bisa digunakan.

Setidaknya, ada 3 alasan seseorang memberi barang mewah mengutip Investopedia.

1. Tidak Rasional

Membeli barang mewah menunjukan adanya konsumen yang tidak selalu berpikir rasional. Ini karena saat orang rasional dan berpikir dengan nalar atau logika, maka ia akan selalu bertindak demi kepentingannya sendiri, termasuk kepentingan finansial.

Apalagi penelitian psikologi menyebut manusia modern tidak selalu bertindak rasional, bahkan banyak konsumen membeli barang mewah saat dalam posisi keuangan yang mampu membelinya

2. Harga Diri

Load More