Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah memperlakukan salah satu menterinya tidak etis. Jokowi sampai tidak menganggap menteri tersebut selama lima tahun.
Cerita ini diungkap politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Panda Nababan di YouTube Total Politik.
Menteri yang dimaksud adalah Tjahjo Kumolo. Tjahjo Kumolo pernah menjadi Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi di era kepemimpinan Jokowi.
Panda Nababan mengaku dirinyalah yang membawa Tjahjo Kumolo masuk PDIP dari Golkar. Ketika itu menurut Panda, Tjahjo tidak suka Jokowi jadi Presiden RI.
Kemudian seiring berjalannya waktu, Tjahjo Kumolo akhirnya mendukung Jokowi sebagai Presiden RI karena Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mendukung Jokowi sebagai Presiden.
Sementara Jokowi juga tidak suka dengan Tjahjo Kumolo. Namun karena atas permintaan Megawati, mau tak mau Jokowi memasukkan Tjahjo ke dalam kabinet.
"Jokowi sebenarnya tidak suka Tjahjo Kumolo masuk kabinet, karena maunya Mega, dimasukin (kabinet)," ujar Panda Nababan.
Dimasukkan ke dalam kabinet, Tjahjo sama sekali tidak dianggap oleh Jokowi. "Tapi apa yang terjadi? Lima tahun ga di openin," ujar Panda.
Kata Panda, selama lima tahun menjadi menteri, hanya dua kali Tjahjo Kumolo diajak ngobrol oleh Jokowi.
Pertama ngobrol sambil berdiri setelah rapat terbatas kabinet. Itu pun hanya lima menit.
"Sekali lagi waktu dia (Tjahjo) ditelepon ada KTP tercecer di jalan jelang Pemilu. Cuma dua kali," ujar Panda.
Mengetahui hal itu, Panda sempat menyarankan ke Tjahjo untuk mengundurkan diri saja sebagai menteri.
"Aku bilang kenapa kau tidak punya harga diri Tjahjo? Kenapa kau tidak minta mundur diperlakukan begitu," cerita Panda.
Ternyata Tjahjo tidak mau mundur karena tidak enak dengan Megawati.
"Artinya karakter Jokowi mampu memperlakukan Tjahjo begitu, 5 tahun," ujar Panda.
Berita Terkait
-
Usai Takziah ke Rumah Duka Mendiang Ferry Mursyidan Baldan, Jokowi: Dunia Politik Indonesia Kehilangan Tokoh Baik
-
Presiden Jokowi dan JK Takziah ke Rumah Duka Ferry Mursyidan Baldan
-
Jokowi Ingin Indonesia Jadi Negara Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Ditanya Soal Kasus Paspampres Perkosa Prajurit Kostrad, Calon Panglima TNI Yudo Margono: Akan Kita Proses Hukum, Kalau..
-
Jokowi dan JK Bertakziah Bersama ke Rumah Duka Mendiang Ferry Mursyidan Baldan
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Jangan Sepelekan! Konsumsi Obat Pereda Nyeri Berlebihan Bisa Picu Sakit Kepala Berulang
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Hasil Piala Dunia 2026, Jepang Kesetanan Bantai Tunisia 4-0
-
3 Cara Ampuh Atasi Kantuk Setelah Makan Siang, Biar Tetap Fokus
-
Makna Lagu Oasis 'Wonderwall' dalam Perayaan Kemenangan Timnas Inggris
-
Sprint Race GP Ceko 2026: Bersikap Kasar, Marco Bezzecchi Dilarang Tampil!
-
Spesifikasi Lenovo Aurora GH15: Headset Gaming Murah dengan Baterai 1000 mAh