/
Sabtu, 03 Desember 2022 | 13:15 WIB
Pantai Padang (Dok.Covesia.com)

Suara Sumatera - Ada lima destinasi wisata favorit di Sumatera Barat (Sumbar) berdasarkan surveil yang dilakukan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI).

Lima destinasi tersebut menjadi favorit bagi wisatawan nusantara.

"Berdasarkan survei yang kami lakukan diketahui ada lima destinasi wisata Sumbar yang menjadi favorit untuk dikunjungi, baik wisatawan dari Sumatera maupun luar Sumatera," kata Peneliti LPEM UI Hamdan Bintara, Jumat (2/12/2022).

Kelima destinasi wisata tersebut adalah Pantai Padang di Padang, Geopark Harau di Kabupaten Limapuluh Kota, dan Kawasan Jam Gadang Kota Bukittinggi.

Dua destinasi lainnya adalah kawasan Danau Singkarak yang membentang di dua kabupaten yaitu Solok dan Tanah Datar, dan Istano Basa Pagaruyung di Tanah Datar.

Ia menceritakan survei dilakukan pihaknya sekitar dua bulan mulai dari 15 Agustus-15 Oktober 2022 lewat kerjasama dengan Dinas Pariwisata Sumbar.

Survei dilakukan kepada 1.431 wisatawan nusantara, 45 wisatawan mancanegara, dan 153 pelaku usaha di sektor pariwisata yang tersebar di seluruh kabupaten atau kota provinsi setempat.

Responden dari Sumatera berasal dari Riau (28,7%), Jambi (10,8%), Sumatera Utara (5,5%), Bengkulu (3,7%), dan Sumatera Selatan (3,6%). Sedangkan dari luar Sumatera adalah Jawa Barat (1,9%), dan DKI Jakarta (1,8%).

Berdasarkan hasil survei pada tingkat provinsi diketahui rata-rata pengeluaran wisatawan nusantara sebesar Rp712.208, wisatawan mancanegara sebesar Rp15,7 juta, dan intra-Sumbar sebesar Rp356,818 per wisatawan.

Baca Juga: 9 Squad Paling Ikonik dalam Drama Korea Sepanjang Tahun 2022

"Jika dilihat dari asal daerah wisatawan, maka wisatawan asal Jakarta dan Jawa secara umum adalah yang mengeluarkan uang paling besar dibandingkan daerah lain," jelasnya.

Ia menjelaskan jika ditinjau dari lamanya wisatawan berada di Sumbar ditemukan fakta bahwa semakin lama (kurang dari seminggu) semakin tinggi pengeluaran, sedangkan lebih dari seminggu pengeluaran wisatawan kembali rendah karena umumnya menginap di teman atau kerabat.

Pihaknya mencatat total pengeluaran wisatawan nusantara di Sumatera Barat sebesar 4.9 triliun rupiah, sementara untuk wisatawan mancanegara sebesar 170,79 miliar rupiah.

"Jika menggunakan nilai pengeluaran wisatawan sebagai stimulus pada model input-output Provinsi Sumatera Barat maka dampak pengeluaran wisatawan nusantara pada output perekonomian Sumbar sebesar Rp6,8 triliun," jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Luhur Budianda yang turut hadir dalam jumpa pers mengatakan hasil studi LPEM UI tersebut akan menjadi pijakan pihaknya dalam mengembangkan pariwisata pada 2023.

Ia memandang lima destinasi wisata yang menjadi favorit wisatawan merupakan modal dasar bagi pihaknya untuk mengenalkan destinasi menarik lainnya yang ada di Sumbar.

Load More