Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman gagal menjadi Panglima TNI setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk KSAL Laksamana Yudo Margono sebagai pengganti Jenderal Andika Perkasa.
Kini Jenderal Dudung menjadi host podcast Kartika di YouTube TNI AD. Pada episode pertamanya, Dudung mengundang dua artis terkenal Raffi Ahmad dan Denny Cagur.
Dalam podcast ini, Dudung meminta tanggapan Raffi Ahmad dan Denny Cagur mengenai program TNI AD di era kepemimpinannya.
Menurut Raffi Ahmad, program TNI AD di bawah Jenderal Dudung salah satunya adalah mendukung ketahanan pangan. Salah satunya adalah program Babinsa Masuk Dapur.
"Sampai ada yang Pak Dudung bikin Babinsa Masuk Dapur. Itu keren itu pak. Yang di dapur bukan hanya ibu-ibu saja, bukan hanya orang biasa, tapi ada program Pak Dudung, Babinsa Masuk Dapur. Ini untuk ngecek orang-orang agar tidak kelaparan. Ini yang saya salut," ujar Raffi Ahmad.
Dudung mengatakan, dalam program ini ia memerintahkan Babinsa jangan sampai ada rakyat yang hari ini tidak makan. Dudung mengatakan Babinsa harus tahu dan membawa makanan ke warga yang kelaparan.
Dudung lalu mencontohkan programnya di Nusa Tenggara Timur Selatan yang mengaliri air ke warga. Biasanya panen hanya pekarangan. Dengan adanya program TNI AD ini, panen jagung bisa tiga kali di ratusan hektare.
"Masang pompa hydrant. Ga mahal. Tidak menggunakan mesin tidak gunakan listrik. Hanya menggunakan hidrolik," kata Dudung.
Raffi lalu bertanya mengenai langkah Dudung dalam mengamankan jelang tahun politik 2024 agar masyarakat tenang.
Baca Juga: 3 Alasan Maroko Layak Amankan Tempat Ketiga Piala Dunia 2022 Qatar
"Yang jelas menghadapi tahun politik kita sudah menentukan langkah-langkah strategis. Memantau Perkembangan situasi politik dan yang lain mengancam persatuan dan kesatuan," tutur Dudung.
Hal lain yang ditekankan Dudung kepada para prajuritnya adalah harus netral.
"Netralitas harga mati. Tidak boleh memihak manapun dan siapapun baik kelompok maupun perorangan. sehingga TNI AD harus berada di tengah-tengah. Tidak boleh mendukung, memihak, membela. Kita siap menghadapi itu," tutur Dudung.
Berita Terkait
-
Hotman Paris Kritik Deddy Corbuzier dan Yasonna Laoly soal Ini
-
Daftar Nama Penerima Pangkat Tituler di Indonesia, Tak Hanya Deddy Corbuzier
-
Ditanya Soal Letkol Tituler Deddy Corbuzier, KSAD Dudung: Itu Usulan Dari Kemhan
-
Boy William Salting Ungkap Perasaannya ke Ayu Ting Ting: Kalau Tuhan Berkehendak, Apapun Bisa Terjadi
-
Segera jadi Panglima TNI, Yudo Margono Bakal Anulir Pemberian Pangkat Tituler Deddy Corbuzier?
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Lebaran Gen Z: Lebih Dekat atau Justru Lebih Jauh Secara Emosional?
-
Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?
-
7 Promo Sepatu Adidas di Sports Station Akhir Maret 2026, Mulai Rp300 Ribuan
-
Sihir, Ganja, Miras, Buku, dan Islam: Membongkar Pola Berpikir yang Dianggap Final oleh Masyarakat
-
Cara Mengembalikan Kulit yang Belang? Ini 7 Langkah Efektif yang Bisa Dilakukan
-
Rincian Fitur Redmi Smart TV MAX, Hadirkan Layar 100 Inci 144 Hz dengan Harga Miring
-
Upaya Mendeteksi Minat pada Anak sejak Dini dalam Buku Bimbingan Karier
-
Strategi Mengerikan Perang Iran, Makin Ganas Hingga Diprediksi Akan Kalahkan AS - Israel
-
Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit
-
Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK