/
Rabu, 21 Desember 2022 | 10:44 WIB
Ustaz Abdul Somad atau UAS. (Instagram/ustadzabdulsomad)

Suara Sumatera - Sosok Ustaz Abdul Somad memang ramai digemari oleh umat muslim. Gaya ceramah yang bersemangat, hingga ajakan kebaikan membuatnya makin disukai.

Tidak hanya topik pembahasan ceramah yang disampaikan, Ustaz Abdul Somad juga sering memberikan pembahasan yang terbaru tentang apa yang ramai dibicarakan masyarakat.

Ustaz berusia 45 tahun itu menceritakan bahwa dirinya pernah diragukan sebagai seorang ustaz hanya karena penampilannya. Di media sosial Tiktok Pencari Hidayah dijelaskan cerita ia kerap diragukan sebagai seorang ustaz.

Karena itu, mengenalkan pendidikan di luar negeri sangat perlu dilakukannya.

“Permisi saya mau memperkenalkan diri,” ucap UAS.

“Nama saya Abdul Somad. Tahun 1998, pemerintah Mesir memberikan 100 beasiswa untuk seluruh orang Indonesia. Lalu saya termasuk satu diantara 100 tersebut,” imbuh dia.

Kemudian, Ustaz Abdul Somad juga menceritakan bahwa yang mendaftar dan mengikuti tes sebanyak 1000 orang.

Ustaz Abdul Somad (UAS). [Instagram UAS] (sumber:)

UAS menceritakan lagi bahwa di tahun 2004 dia menempuh pendidikan di Maroko untuk mengejar gelar S2.

“Saya selesaikan S1 saya dalam 3 tahun 10 bulan, tak sampai 4 tahun. Kemudian, tahun 2004 pemerintah Maroko menyediakan 15 beasiswa untuk orang Indonesia. Saya termasuk 15 tersebut. Akhirnya saya terdaftar di sekolah namanya Darul Hadist,” kata UAS melansir hop.id-jaringan Suara.com.

Baca Juga: Buset Terniat! Fans NCT Dream Rela Ngantri dari Subuh untuk Beli Album Candy

UAS juga menjelaskan bagaimana latar belakang sekolah Darul Hadist yang ternyata hanya menerima 20 mahasiswa dan tidak boleh lebih.

“Saya selesaikan S2 selama satu tahun 11 bulan. Selesai baru pulang saya,” ucap Ustaz Abdul Somad lagi.

“Mengapa ustaz perlu menjelaskan begini, karena menengok bentuk saya banyak orang yang ragu, betul tak kau ini seorang ustaz?” kata UAS diiringi gelak tawa para jemaah.

Ia lalu menceritakan pengalamannya yang terjadi pada tahun 2009. Ketika itu bulan Ramadan. Ia diundang untuk memberikan ceramah setelah shalat Tarawih.

“Tahun 2009, bulan Ramadhan. Lalu diundang ceramah. Duduk saya di situ dari jam setengah delapan di Masjid. Lalu kemudian adzan Isya. Setelah adzan Isya, berdiri pengurus mesjid. Malam ini, yang akan menyampaikan tausiah ustaz haji Abdul Somad , karena beliau malam ini tak datang kita langsung shalat tarawih,” jelasnya lagi.

Load More