Suara Sumatera - Media sosial dihebohkan dengan narasi bahwa presenter Daniel Mananta dikabarkan menyebut ada jin kafir di patung Yesus.
Kabar itu beredar dalam akun Facebook yang memuat sebuah artikel mengatasnamakan media Viva.com dengan judul “Pesan Daniel Mananta untuk Umat Nasrani: Ada Jin Kafir di Patung Tuhan Yesus”.
Berdasarkan akun Facebook bernama Baskara Dito yang mengunggah tanggkapan layar ini juga menambahkan kalimat, “Gak salah nihh? Baru nyebrang udah kesambet jin gua hira juga lo….”.
Berikut ini narasinya:
“Pesan Daniel Mananta untuk Umat Nasrani: Ada Jin Kafir di Patung Tuhan Yesus”
“Gak salah nihh? Baru nyebrang udah kesambet jin gua hira juga lo….”
Lalu benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN:
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id--jaringan Suara.com, Daniel Mananta faktanya tidak pernah secara spesifik menyebutkan bahwa ada jin kafir di patung salib Yesus.
Mantan VJ tersebut hanya menyatakan bahwa ada “uncleaned spirit’ pada setiap patung yang dibuat untuk disembah.
Setelah menelusuri terkait dengan kebenaran klaim yang dijadikan judul pada artike tersebut, ternyata klaim yang menyebutkan bahwa Daniel Mananta menyebut ada jin kafir di patung Tuhan Yesus merupakan klaim yang keliru.
Baca Juga: Terkuak Alasan Perceraian Tamara Bleszynski dengan Teuku Rafly, Kelainan Seksual?
Melansir dari isi artikel aslinya sendiri, Daniel Mananta ternyata tidak pernah menyebutkan secara spesifik bahwa ada jin kafir di patung Tuhan Yesus.
Dalam unggahan video di Instagramnya, Daniel Mananta menyebutkan bahwa dirinya sepakat dengan pernyataan kontrofersial dari Ustaz Abdul Somad (UAS), yang sempat menghebohkan media sosial dengan menyatakan bahwa ada jin kafir di dalam patung Tuhan Yesus. Namun dalam videonya, Daniel menyebutkan bahwa ada “uncleaned spirit” di dalam setiap patung yang dibuat untuk disembah.
“Ini mungkin sebuah kejutan kali, ternyata gue juga setuju sama UAS soal ini. Bahwa, kalau gue mungkin sebutnya ada unclean spirit, ok, di patung, ketika patung yang dibuat manusia disembah,” kata Daniel dalam video yang diunggahnya di Instagram.
Daniel mengatakan, menyembah patung adalah sebuah aktivitas berhala dan menyembah patung sendiri sama sekali tidak dibenarkan.
Dia kemudian menjelaskan bahwa penyembahan terhadap patung sendiri jelas dilarang dalam Alkitab.
“Bahwa ada unclean spirit di patung, ketika patung yang dibuat oleh manusia disembah. Sebelum lu mau komentar lu harus baca dulu Yesaya 44 ayat 13-20. Ini gue pengen ngomong sama umat Nasrani ya, ini tercatat dalam buku sejarah,” tegas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya