/
Rabu, 21 Desember 2022 | 15:01 WIB
Ilustrasi duel maut polisi. (Shutterstocks)

Suara Sumatera - Perkelahian anggota polisi dengan rekannya di Sekolah Polisi Negara atau SPN Polda Riau berujung satu tewas pada Selasa (20/12) malam.

Korban bernama Aiptu Ruslan yang bertugas di SPN Polda Riau tak bernyawa usai ditusuk Bripka WF dengan pisau sangkur.

Belati milik pelaku tersebut menancap di dada korban yang juga merupakan anggota Banit Provos SPN Polda Riau.

Cekcok berawal saat korban menegur pelaku lantaran tak mengikuti apel pembagian tugas. Saat itu pelaku menolak mengikuti apel dan dengan alasan sedang bertugas.

Mendengar jawaban tersebut, korban kemudian menyuruh pelaku untuk push up, namun perintah korban ditolak oleh pelaku. 

Keduanya sempat adu mulut sebelum akhirnya dilerai anggota polisi lainnya yang berada di sekitar lokasi.

Kemudian sekitar pukul 19.15 WIB, Bripka WF datang ke SPN dengan orangtuanya dengan niat menjumpai Wakil Kepala SPN Polda Riau untuk melaporkan perkelahian dengan korban.

Saat itu, Wakil Kepala SPN meminta agar persoalan ini diselesaikan pada keesokan harinya lantaran pihaknya tengah disibukkan dengan persiapan pelantikan. 

Merasa tidak puas dengan jawaban tersebut, pelaku berniat langsung menemui Kepala SPN Polda Riau.

Baca Juga: Cerai Dari Sule, Nathalie Holscher Ingin Lepas Hijab: Banyak Banget Tanggungjawabnya

Setelah menjumpai, pelaku kemudian keluar tanpa pamit dan menuju ke penjagaan.

Di sanalah Bripka WF bertemu dengan korban dan terjadilah duel berujung maut.

Kali ini tak hanya sekedar cekcok, sebilah sangkur menancap di dada kiri Aiptu Ruslan yang membuatnya bersimbah darah hingga berujung pada kematian.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Polda Sunarto melalui pesan WhatsApp, Rabu, membenarkan peristiwa tersebut. 

Saat ini pelaku Bripka WF dalam pengejaran dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Riau. (Antara)

Load More