/
Jum'at, 23 Desember 2022 | 11:55 WIB
Ilustrasi Anies Baswedan-Cak Imin (P)

Suara Sumatera - Partai Kebangkitan Bangsa tanpaknya membuka peluang koalisi bersama partai NasDem. Bahkan disebut-sebut jika PKB pun membuka ruang bertemunya pasangan Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan dan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin pada Pilpres 2024 mendatang.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu DPP PKB Jazilul Fawaid. Menurutnya, partai besutannya ternyata lebih dahulu menjalin koalisi bersama dengan Partai NasDem yang lebih dahulu mendeklarasikan Anies Baswedan.

Dia bahkan membandingkan koalisi di Pemerintahan Jokowi-Maruf, yang mempertemukan teman koalisi Pemerintahan antara PKB dan NasDem yang lebih dahulu.

"Di dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, NasDem dengan PKB itu sudah lebih lama berkoalisi dibandingkan dengan Gerindra," ujar Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid melansir wartaekonomi.com-jaringan Suara.com.

Saat ini, PKB berkoalisi dengan Partai Gerindra, yang bernaung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya. Koalisi ini belum memutuskan capres dan cawapres.

NasDem, sudah mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres dan sayangnya, sosok cawapres belum ditentukan.

"Tidak ada alasan untuk menutup diri selama semuanya dikalkulasi secara objektif rasional dan proporsional untuk kemenangan," jawab Wakil Ketua MPR RI ini.

"Kan nggak bisa misalkan Anies maju sendiri tanpa wakil presiden. Meskipun partai yang cukup 20 persen, nggak ada wapresnya kan itu tidak boleh karena yang didaftarkan ke KPU itu adalah pasangan calon presiden dan wakil presiden, bukan presiden saja," ucapnya.

"Kemungkinan itu bisa dikompromikan. Kalau kita lihat sekarang koalisi kita bersama Gerindra. Kan Gerindra juga punya capres. Jadi di dalam koalisi itu tinggal duduk bareng dimusyawarahkan," imbuh Gus Jazil.

Baca Juga: Reaksi Salting Ridwan Kamil Dibilang 'Ente Ganteng Banget Sih' oleh Luhut

Deklarasi Anies Baswedan Partai NasDem (sumber: Suara.com)

Sementara itu, Anies Baswedan memang sudah lebih dahulu mengunjungi sejumlah daerah. Di Indonesia sebelah barat, mantan Menteri Pendidikan tersebut sudah lebih mengunjungi Aceh, Sumatera Barat dan Riau.

Sedangkan di Indonesia sebelah timur, Anies Baswedan sudah mendatangi Papua dan Sulawesi Selatan.

Kekinian, Anies Baswedan pun dilaporkan ke Bawaslu atas kegiatan safari yang dilakukannya tersebut ke sejumlah daerah. Meski tahapan kampaye belum dimulai Bawaslu menilai pelanggaran lebih kepada etika kampaye yang seharusnya belum dilaksanakan sebagai orang yang ingin menjadi Presiden.

Load More