Suara Sumatera - Pernikahan yang seharusnya bahagia malah menjadi nestapa. Kedua keluarga kini saling bertikai dan berkeinginan melapor kepada pihak berwajib. Peristiwa ini bermula dari persyaratan yang belum selesai saat akan menikah, tepat h-1 pernikahan.
Keluarga pria mengungkapkan jika pihak mempelai wanita yang membatalkan pernikahan, hanya gara-gara uang mahar kurang dari kesepakatan. Jika dihitung-hitung, kekurangan uang hanya Rp700 ribu.
Kisah ini diungkap dari kakak laki-laki yang merupakan calon mempelai pria, Bernama Elsa. Diketahui jika Elsa yang mencarikan calon mempelai perempuan bagi adik laki-lakinya bernama Anjas.
Elsa awalnya memiliki rekan kerja di sebuah mal di Palembang bernama Dona. Sosok Dona inilah yang merupakan calon mempelai perempuan yang dijodohkan pada Anjas. Elsa yang mengenalkan Dona bersama Anjas.
Keduanya akhirnya saling kenal, dan memiliki kecocokan, dan memutuskan ingin menikah. Prosesi untuk menikah kemudian dibahas kedua keluarga. Dua kali pertemuan berlangsung, keluarga Dona dan Anjas telah menyepakati sejumlah nilai mahar.
Namun Elsa awalnya mengenal Dona sebagai sosok yang baik. Selama berteman, dia termasuk rajin melaksanakan ibadah.
"Ini kami dari pihak pria. Jadi gini ceritanya. Adik aku (Anjas) kan aku kenalkan sama wanita itu, karena wanita ini memang kawan aku waktu bekerja di PTC Mall. Iya selama aku kenal dia, aku lihat atau aku perhatiin wanita ini baik, ibadahnya pun bagus. Mau dibilang salat, dia salat, makanya aku berani ngenalin dia sama adik aku," tulis narasi video viral itu.
Yang kemudian telah disempurnakan berbahasa Indonesia.
Pada pertemuan tersebut kedua keluarga memutuskan kesepakatan agar memberikan mahar sebesar Rp35 juta, emas 2 suku dan uang untuk ibunya Rp 5 juta..
Baca Juga: Billy Syahputra Ungkap Alasan Putus dari Amanda Manopo, Ternyata Gara-gara Ini
"Uang tersebut, diluar dari anter-anteran (seserahan) keluarga pria ke wanita," terang Elsa.
Pihak keluarga Anjas pun akhirnya memberikan uang Rp 35 juta sesuai kesepakatan. Namun sayangnya, pernikahan malah belum didaftarkan ke KUA karena kurang uang Rp 5 juta (dari kesepakatan awal) belum juga diterima sang ibu, orang tua mempelai wanita.
Pihak mempelai laki-laki pun jelas kaget, karena pernikahan belum dibatalkan ke KUA hanya karena uang kurang Rp5 juta tersebut.
Beberapa waktu kemudian, Dona juga meminta keluarga Anjas menambah kepeluan lauk dan urus surat nikah dengan total mencapai Rp 3,4 juta.
"Pihak wanita minta lagi uang untuk akad, beli ayam kampung sepasang dengan harga Rp 1,5 juta sama anter anteran (seserahan) Rp 700 ribu sama uang untuk ngurus buku nikah Rp 1,2 juta," jelas Elsa.
Upaya memenuhi keinginan mempelai wanita pun diikuti. Sampai dengan h-1 waktu menikah, si mempelai perempuan Dona menagih kekurangan yang diakumulasikan Rp6,7 juta. Pihak mempelai laki-laki hanya memberikan Rp6 juta, dengan maksud sisanya akan segera disusulkan.
"Pas H-1 pihak wanita minta uang yang kurang Rp 6,7 juta. Dikasihlah sama orang tua aku (saya) tadi Rp 6 juta, kurang Rp 700 ribu. Maksud hati orang tuaku tadi pegang saja dulu uang Rp 6 juta itu, sementara Rp 700 ribu nya nanti dikasih lagi," terangnya.
Namun apa hendak dikatakan, mempelai perempuan ternyata memutuskan hubungan dan janji pernikahan tersebut hanya karena uang mahar kurang Rp700 ribu. Cerita ini pun kemudian viral di media sosial, karena keluarga mempelai laki-laki kesal dan tersinggung.
Berita Terkait
-
Bukan Sertifikat Tanah, Pria di Palembang Batal Nikah Karena Mahar Kurang Rp700 Ribu
-
Anggaran Perbaikan Jalan di Palembang Tahun 2023 Lebih Kecil Dibandingkan Tahun Ini
-
5 Kecamatan di Palembang Masih Masuk Katagori Kawasan Kumuh
-
FreeGo 125 Connected Resmi Meluncur di Palembang, Y-Connect dan My Yamaha Motor Members Disosialisasikan
-
Dijanjikan Diterima Pegawai Honorer Pemprov Sumsel, 7 Warga Palembang Ditipu Tetangga
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Spesifikasi Samsung Galaxy S26 di Indonesia: Pakai Chipset Exynos Anyar dan Fitur AI
-
Polemik Anak Pejabat Terima Beasiswa LPDP: Adilkah
-
Massa Demo Tolak Surat Edaran soal Daging Babi di Medan: Ini Soal Ekonomi, Kesejahteraan Kami
-
Cara Tukar Uang Baru di Bank BRI Online, Lebih Simple dan Cepat
-
Cara Lapor SPT Tahunan Orang Pribadi Melalui Coretax DJP Lengkap Terbaru
-
Karyawan One Month Notice Apakah Dapat THR? Cek Aturan Terbarunya di Sini
-
5 Olahraga Santai Ini Aman Banget Dilakukan Saat Puasa
-
Kapan Mulai Iktikaf Ramadan 2026? Ini Jadwal, Bacaan Niat, dan Tata Caranya
-
BBRI Segera Lunasi Green Bond Rp879,43 Miliar, Dana Sudah Siap
-
Apakah Tukar Uang Baru di Bank Kena Biaya Admin? Cek Alur Penukarannya