/
Selasa, 27 Desember 2022 | 09:57 WIB
Tiga Menteri Partai NasDem (Suara.com)

Suara Sumatera - Gerak cepat Partai NasDem menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 memang lebih dahulu dibandingkan partai lainnya. Meski harus menggandeng partai lainnya, NasDem pun menggelar karpet merah untuk Anies Baswedan safari ke sejumlah wilayah.

Sebut saja, Anies Baswedan sudah melakukan safari ke Aceh, Sumatera Barat, dan Riau. Hal ini pun dinilai publik akan mempengaruhi hubungan koalisi bersama Joko Widodo (Jokowi) selama ini. Apalagi belum lama ini, Jokowi mengisyaratkan agar segera melakukan perombakan terhadap para menterinya.

Beberapa desakan mengganti menteri NasDem di jajaran Pemerintahan Jokowi pun dilontarkan oleh elite partai PDIP.

Hal ini membuat Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali geram bukan main mendengar pernyataan dari Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat.

Dirinya mengatakan bahwa pernyataan dari politikus tersebut tak pantas diucapkan kepada seorang kepala negara seperti Joko Widodo.

Bagaimana tidak, anak buah Megawati itu diketahui meminta Jokowi untuk mengevaluasi dua tokoh menteri yang berasal dari Partai NasDem.

Hal ini membuat Ali mengatakan bahwa Jokowi tak bisa disuruh-suruh oleh seorang petugas partai selama memerintah.

“Tidak pantas ada orang partai menyuruh-nyuruh Pak Jokowi. Sedangkan Pak Jokowi tidak lebih rendah atau bawahan partai. Ini kan kepala pemerintahan, masa disuruh-suruh,” kata Ahmad Ali kepada wartawan melansir wartaekonomi.com-jaringan Suara.com.

“Kalau memang mau mengimbau, tidak perlu bicara ke media, karena partai tidak lebih tinggi daripada presiden,” sambung ia.

Baca Juga: Mengenal Agorafobia, Gangguan Panik yang Diderita Hong-Seok Pentagon

Partai NasDem akan tetap loyal kepada Presiden Jokowi bila nantinya kepala negara memutuskan untuk mencopot kadernya dari kursi Kabinet Indonesia Maju.

Saat ini, NasDem memiliki tiga kader yang dipercaya menjadi pembantu presiden. Selain, Syahrul Yasin Limpo dan Siti Nurbaya Bakar, ada Johnny G Plate yang duduk sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia.

Load More