/
Selasa, 27 Desember 2022 | 17:52 WIB
Ilustrasi batal menikah (Suara.com)

Karena ingin pernikahan tetap terlaksanakan sesuai dengan hari yang ditetapkan, Anjas pun berupaya memenuhi menambah kepeluan lauk dan urus surat nikah dengan total mencapai Rp 3,4 juta.

"Pihak wanita minta lagi uang untuk akad, beli ayam kampung sepasang dengan harga Rp 1,5 juta sama anter anteran (seserahan) Rp 700 ribu sama uang untuk ngurus buku nikah Rp 1,2 juta," jelas Elsa.

Upaya memenuhi keinginan mempelai wanita pun diikuti. Sampai dengan h-1 waktu menikah, si mempelai wanita Dona menagih kekurangan yang diakumulasikan Rp7,7 juta. Pihak mempelai laki-laki hanya memberikan Rp 7 juta, dengan maksud sisanya akan segera disusulkan.

"Pas H-1 pihak wanita minta uang yang kurang Rp 6,7 juta. Dikasihlah sama orang tua aku (saya) tadi Rp 6 juta, kurang Rp 700 ribu. Maksud hati orang tuaku tadi pegang saja dulu uang Rp 6 juta itu, sementara Rp 700 ribu nya nanti dikasih lagi," terangnya.

Pernikahan ini pun dibatalkan, h-1 pernikahan yang direncanakan. Cerita ini pun kemudian viral di media sosial, karena keluarga mempelai laki-laki kesal dan tersinggung.

Pihak keluarga wanita juga sudah buka suara perihal kekurangan mahar tersebut, dan memang menaruh curiga keluarga mempelai laki-laki tidak menempati jumlah mahar yang diinginkan.

Load More