Suara Sumatera - Kloset duduk merupakan jenis kloset yang dianggap lebih nyaman dan praktis digunakan. Namun saat selesai menggunakan kloset duduk, Anda harus memastikan kloset sudah tertutup baru menekan tombol menyiram.
Nikhil Bhayani, MD, FIDSA, dokter penyakit menular di Texas Health Resources mengatakan,
tidak semua air di kloset duduk turun ke pipa saat disiram.
Terdapat tetesan mikroskopis yang juga disemprotkan ke udara dan banyak di antaranya mengandung bakteri dari kotoran.
"Partikel-partikel itu bisa mendarat di wastafel kamar mandi atau sikat gigi. Dan jika ruangan itu tidak dibersihkan secara teratur, ini bisa menyebabkan seseorang jatuh sakit," katanya melansir Antara, Rabu (28/12/2022).
Norovirus yang menyebabkan sakit perut, ditemukan di kotoran dan muntahan orang yang terinfeksi. Jadi kemungkinan besar kasus ditularkan melalui aerosol di toilet plume.
Pakar kesehatan menyarankan orang-orang menutup penutup toilet duduk sebelum menyiramnya.
"Jangan membungkuk setelah pembilasan, tetap di belakang dan segera cuci tangan dengan sabun dan air setelahnya," ujar Bhayani.
Sains menunjukkan bahwa tidak menutup penutup toilet duduk saat menyiram benar-benar dapat menyebarkan kuman penyebab penyakit ke mana-mana.
Baca Juga: Presiden Jokowi Sampai Turun Tangan, Siapa Pemenang Perdebatan BMKG vs BRIN?
Berita Terkait
-
Pria Ini Bagikan Tutorial Ternak Ikan Lele Anti Mainstream, Bikin Warganet Geli
-
Bongkar Kloset Kamar Mandi Rumah Warga, Polisi Temukan Bungkusan Putih Berisi Ini
-
Tren Penyiraman Tanpa Sentuhan di Kamar Mandi Meningkat, Benarkah Lebih Aman Bagi Kesehatan?
-
Kepala Masuk Kloset, Reaksi Kucing saat Terciduk dan Ditepuk oleh Pemiliknya Bikin Ngakak
-
Ketahui, 5 Benda Ini Tidak Boleh Dibuang ke Dalam Kloset
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026