/
Kamis, 29 Desember 2022 | 23:56 WIB
Ilustrasi pesawat tak berawak atau drone militer (YouTube/Top10 Files)

Suara Sumatera - Video kabar Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan TNI menyerang Australia, beredar di media sosial.

Informasi itu dibagikan akun Facebook dengan nama @Viral Bench.

"Atas Perintah Jokowi, Serangan TNI Bumi Hanguskan Australia Hingga Tak Tersisa," tulis narasi pada unggahan video.

Benarkan kabar tersebut?

Berdasarkan penelusuran tim pencari fakta Suara.com pada Kamis, (29/12/2022), informasi yang diunggah pada akun Facebook adalah klaim menyesatkan.

Saat diputar, isi video sebenarnya hanya berisi pembacaan artikel dengan mengganti “Rusia” menjadi “Indonesia”. 

Video berisi gambar pratinjau (thumbnail) dan potongan-potongan video dari peristiwa yang tidak berkaitan.

Artikel yang dibacakan di video, milik detikNews pada (25/02/2022). Sekitar 100 ribu orang mengungsi, bahkan kabur ke luar negeri karena khawatir serangan Rusia kian membahayakan nyawa mereka.

Korban dari tentara hingga warga sipil terus berjatuhan. Kecaman dari dunia internasional tak juga menghentikan tekad Rusia melancarkan invasi besar-besaran setelah berminggu-minggu lamanya membantah tudingan invasi. 

Baca Juga: Istana Kabarkan Jokowi Tumbang dan Terbujur Kaku, Ternyata Faktanya Begini

Sederetan sanksi pun dijatuhkan ke Rusia meski negara pimpinan Presiden Vladimir Putin itu bergeming tetap melancarkan invasi.” (dengan mengganti bagian tertentu dari artikel, misalnya “Rusia” menjadi “Indonesia).

Kesimpulan

Video dengan klaim yang menyebutkan, Presiden Jokowi memerintahkan TNI menyerang Australia hingga tak tersisa adalah kabar salah.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More