Suara Sumatera - Kabar tentang Luhut Binsar Pandjaitan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) viral di media sosial. Benarkah berita tersebut?
Informasi Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan ditangkap KPK itu berawal dari unggahan sebuah video di kanal YouTube JURNALIS. Video berdurasi 10 menit 4 detik itu menarasikan penangkapan Luhut oleh KPK.
"Berita Terkini ~ Akhirnya Si Orang Ini Di Tangkap KPK Malam Ini !?? Viral Hari Ini," begitu judul unggahan video tersebut.
Pemilik video terang-terangan menyebutkan nama Luhut di thumbnail videonya yang memperlihatkan pula foto sang menteri dalam balutan seragam oranye.
"Mengejutkan..!!! Luhut Akhirnya Di Tangkap. Ternyata Hasil Kekayaannya Adalah Hasil Dari Rugikan Negara," tulis pemilik video di thumbnail.
Terlihat Luhut dikelilingi oleh petugas polisi, sementara di bagian belakangnya terlihat tulisan, "Tindak Pidana Narkotika".
Benarkah kabar tersebut?
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, foto yang ditampilkan di thumbnail adalah hasil editan.
Alih-alih penangkapan Luhut seperti yang dinarasikan, foto tersebut sebenarnya menunjukkan foto pengedar sabu berinisial AP yang ditangkap oleh Satres Narkoba Polrestabes Palembang pada Februari 2020.
Baca Juga: Luhut Kritik KPK Sering OTT, Pengamat: Dia Takut Menjadi Target Berikutnya
Hal ini juga didukung dengan tulisan "Tindak Pidana Narkotika" di thumbnail video yang tentu tidak sejalan dengan narasi penangkapan oleh KPK.
Di sisi lain, video tersebut juga tidak menerangkan kronologi penangkapan Luhut oleh KPK. Justru video itu berisi pernyataan kontroversial Luhut yang meminta KPK mengurangi operasi tangkap tangan (OTT).
Sebagai pengingat, Luhut menyebut OTT KPK tidak baik untuk citra Indonesia. Video juga menarasikan sebuah artikel daring yang menunjukkan pendapat kontra dari Saiful Anam terhadap sikap Luhut.
Sementara itu, sampai saat ini juga tidak ada informasi kredibel mengenai penangkapan Luhut oleh KPK.
KESIMPULAN
Dengan demikian, unggahan video kanal YouTube JURNALIS yang menarasikan penangkapan Luhut oleh KPK adalah tidak benar.
Faktanya tidak ada informasi kredibel mengenai penangkapan Luhut. Karena itulah video tersebut bisa dikategorikan sebagai hoaks tipe konten yang dimanipulasi (manipulated content).
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Tag
Berita Terkait
-
Kembali Bahas OTT, Menko Luhut Bandingkan di Negara Maju: Hampir Tak Ada Lagi
-
Luhut Sebut OTT KPK Bikin Nama Negara Buruk, Susno Duadji Tertawa: Jadi Tanda Tanya Gede
-
Luhut Kritik KPK Sering OTT, Pengamat: Dia Takut Menjadi Target Berikutnya
-
Karir Luhut Berakhir Setelah Dikuliti Sri Mulyani di Depan Jokowi Sampai KPK Turun Tangan, Begini Faktanya
-
Jawaban Makjleb Novel Baswedan Teruntuk Luhut Sebut OTT Bikin Negara Jelek: Pejabat Doyan Suap
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek