/
Selasa, 17 Januari 2023 | 15:27 WIB
Ilustrasi Guntur Soekarnoputra. Guntur Soekarnoputra pilih Ganjar sebagai presiden ketimbang Puan. (Facebook/M Irawati Soemadi)

Suara Sumatera - Guntur Soekarnoputra, putra sulung Presiden ke-1 RI Sukarno, ternyata lebih memilih Ganjar Pranowo sebagai presiden daripada keponakannya sendiri Puan Maharani

Guntur yang akrab disapa Mas Tok ini adalah paman dari Puan Maharani. Mas Tok adalah kakak dari Megawati Soekarnoputri, ibunda Puan. 

Dalam acara Point of View di Youtube Liputan 6, Azizah Hanum meminta Guntur memilih antara Ganjar Pranowo atau Puan Maharani. 

Dengan lugas, Guntur Soekarnoputra memilih Ganjar Pranowo. Hanum terkejut mendengar jawaban itu. Padahal Puan kata Hanum adalah keponakan Guntur.

"Kan saya uda bilang yang jadi presiden atau kepala negara Indonesia tidak harus keluarga Bung Karno. Ya saya berhak dong kalau milih Ganjar," kata Mas Tok.

Seakan membenarkan jawaban Guntur, Hanum mengatakan, di rumah Guntur ada foto bareng Ganjar sementara tidak ada foto bareng Puan.

Guntur membantahnya. Menurut Mas Tok, dia memiliki foto bareng Puan Maharani.

"Ada fotonya, kan dia ponakan Mas Tok bagaimana pun juga. Seneng ga seneng itu ponakan Mas Tok," ujar Guntur.

Guntur lalu membeberkan hubungannya dengan Puan Maharani selama ini. Menurut Guntur, hubungannya dengan Puan baik-baik saja dan dia menyayangi Puan.

Baca Juga: Waspada Vampir Listrik! Kebiasaan Ini Bikin Tagihan Listrik Bengkak

"Mas Tok sama dia (Puan) sayang, Mas Tok sebagai pamannya selalu bertindak sebagai pamannya. Tapi kalau dihubungkan sama politik, presiden, Mas Tok punya pilihan sendiri," kata Guntur. 

Alasan Guntur memilih seseorang sebagai capres atau presiden adalah karena orang itu memiliki kedekatan di basis massa. 

"Kecuali, kalau ternyata di basis massa, Ganjar ga dapat pasaran. Jadi menurut Mas Tok, siapapun yang jadi presiden dia harus mendapat hati, mendapat simpati dan harus mencengkram basis massa. di luar itu mau Ganjar kek, mau Puan kek mau Anies kek, siapa saja kalau tidak berada kuat di basis massa itu Mas Tok pikir ga pantas jadi Presiden," bebernya.

Load More