Suara Sumatera - Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan punya hitung-hitungan menarik mengenai siapa calon presiden yang akan dimajukan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pilpres 2024.
Melihat dari sejarahnya, menurut Djayadi Hanan, PDIP ini selalu berkoalisi dengan partai lain dalam Pemilu baik tingkat nasional maupun tingkat lokal. Hanya beberapa tempat PDIP tidak berkoalisi misal Jawa Barat.
Untuk pilpres 2024, kata Djayadi, PDIP cenderung akan berkoalisi dengan partai lain jika mengacu pada pernyataan-pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Pertanyaannya PDIP akan berkoalisi dengan mana? Jika Koalisi Perubahan terbentuk, Djayadi mengatakan, hampir pasti PDIP tidak akan berkoalisi dengan koalisi perubahan.
"Karena satu ada Anies di situ, dua ada Demokrat, tiga ada PKS," ujarnya dikutip dari Youtube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia.
Tersisa lima partai yang juga sudah berkoalisi yaitu Golkar, PAN dan PPP di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan koalisi Gerindra bersama PKB.
Menurut Djayadi, ke mana arah koalisi PDIP tergantung apakah partai berlambang banteng ini ingin mencalonkan presiden atau wakil presiden.
"Kalau PDIP mau mencalonkan wakil presiden, maka sangat potensial berkoalisi dengan Prabowo. Prabowo akan dengan sangat hati menerima cawapres dari PDIP kalau cawapresnya Ganjar. Bisa satu putaran," kata dia.
Bisa saja terjadi Ganjar sebagai capres dan Prabowo sebagai cawapres tergantung dari Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.
Baca Juga: Kiky Saputri Pusing Mikirin Gaya Bikin Anak, Netizen: Spill yang Sudah Apa Aja
Jika PDIP mengusung Puan Maharani sebagai capres kemungkinannya menurut Djayadi koalisi tidak akan ke Gerindra karena sudah mengusung Prabowo jadi capres.
"KIB juga belum tentu mau kalau capresnya Puan Maharani. Kecuali capresnya Puan, cawapresnya Airlangga. Tapi kalau itu terjadi PAN dan PPP pergi," tutur dia.
Namun jika PDIP mencalonkan Ganjar sebagai capres, Dyajadi mengatakan KIB akan dengan senang hati menerimanya.
Dyajadi mengaku kabar KIB tergantung arahan presiden adalah benar karena ia mendengar sendiri dari salah satu fungsionaris KIB yang cukup berpengaruh.
"Kalau Jokowi mendukung Ganjar, lawannya Anies dan Prabowo maka pertarungan akan sengit minimal dua putaran. Endorsement Jokowi misal dukung Ganjar itu akan menjamin Ganjar masuk putaran dua," tuturnya.
Dalam sejumlah simulasi, Djayadi mengatakan Anies lawan Ganjar siapapun pasangannya cenderung masih bisa saling mengalahkan. Demikian juga Ganjar berhadapan dengan Prabowo, walau dalam simulasi Prabowo sering kalah, tapi masih mungkin juga menang.
"Tapi kalau misal Ganjar dicalonkan berpasangan dengan Puan Maharani itu akan lebih mudah bagi Anies atau Prabowo menang," ujarnya.
Ini Karena keduanya sama-sama dari PDIP sehingga para pemilih yang tidak melulu lihat figur calon atau partai, misal tidak suka dengan PDIP tapi cocok dengan Ganjar, dia bisa lari kalau Ganjar-Puan.
"Dengan begitu kita bisa menduga, walau PDIP bisa maju sendiri kemungkinan tidak akan dua-duanya dimajukan. Salah satunya dan harus ada koalisi dengan partai lain. Kalau PDIP majukan Puan sebagai capres agak sulit cari kawan koalisi," beber Djayadi.
Tag
Berita Terkait
-
Anak Buah Heru Budi Pastikan Sekolah Konsep Net Zero Carbon yang Digagas Anies Dilanjutkan
-
INFOGRAFIS: Sukses Dukung Jokowi Dua Periode, JoMan Antiklimaks Gara-gara Ganjar
-
SMRC Sebut PDIP Jangan Bermimpi Bisa Menangkan Capresnya Kalau Maju Sendirian
-
Relawan GP Mania Mundur dari Ganjar dan Kemungkinan Beralih Dukung Prabowo, Gerindra: Kami Tak Bisa Halangi
-
Antisipasi Kenaikan Harga Beras, Ganjar Akan Kontrol Hasil Panen
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun
-
Lionel Messi Cetak Sejarah di Piala Dunia, Antonela Roccuzzo: Aku Mencintaimu
-
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
-
Metode Baca Bareng di Taman: Cara Ibu-Ibu Jagakarsa Mengajarkan Anak Mencintai Buku Tanpa Paksaan
-
Wakil Bupati Jadi Tersangka Korupsi Rp18 M, Lucky Hakim Bungkam saat Ditanya soal Keterlibatannya
-
Meikarta Jadi Hunian Rakyat, Lippo Group Segera Serahkan Lahan ke Negara
-
5 Filter Air Keran untuk Saring Bau dan Kotoran, Air Lebih Jernih untuk Kebutuhan Rumah Tangga
-
Mengapa Pertarungan Lini Tengah Jadi Penentu Hidup-Matinya Inggris vs Ghana?
-
Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan
-
Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah