/
Senin, 20 Februari 2023 | 13:13 WIB
Ilustrasi helikopter. [Shutterstock] (Shutterstock)

Suara Sumatera - Evakuasi jalur udara terhadap helikopter Kapolda Jambi dan jajarannya yang terjatuh di Bukit Tamiai, Kecamatan Barang Merangin, Kabupaten Kerinci gagal dilakukan, Senin (20/2/2023).

Diketahui, Tim SAR gabungan jalur udara helikopter kedua yang membawa 17 personel yang terdiri dari tiga orang, dokter polisi dua orang, Brimob enam orang, dan krew helikopter enam orang 

Helikopter PK-BST tersebut sedianya akan melakukan manuver dan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Humas Basarnas Jambi, Luthfi menjelaskan bahwa tim evakuasi jalur udara kedua gagal mengevakuasi di lokasi mendarat darurat helikopter Kapolda Jambi dan rombongan karena faktor cuaca yang tidak mendukung.

"Tim evakuasi helikopter kedua yang lewat jalur udara gagal karena kabut tebal," ujar Luthfi dikutip dari Antara, Senin (20/2/2023).

Setelah gagal melakukan evakuasi jalur udara helikopter yang membawa tim SAR gabungan ini akan kembali ke Jambi dan akan dijadwalkan kembali untuk melakukan evakuasi ulang.

Untuk diketahui, sebelumnya tim evakuasi jalur udara telah menemukan titik lokasi kecelakaan helikopter Kapolda Jambi dan rombongan.

Tim evakuasi jalur udara juga telah menyuplai makanan, selimut, serta power bank untuk Kapolda Jambi dan rombongan.

Tim I evakuasi jalur udara dipimpin AKBP Frans dari Ditpoludara Baharkam Polri.

Baca Juga: Menilik Spesifikasi Helikopter Bell 412 Ditumpangi Kapolda Jambi yang Jatuh di Bukit Tamiai Kerinci

Seperti diberitakan sebelumnya, helikopter Kapolda Jambi mengalami kecelakaan di kawasan Hutan Tamiai, Kecamatan Batang Merangin, Kerinci, Minggu (20/2/2023). 

Saat kejadian Kapolda Jambi dalam perjalanan kunjungan kerja ke Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh.

Turut serta dalam rombongan Kapolda Jambi tersebut Direktur Reskrimum Polda Jambi Kombes Pol Andri Ananta Yudhistira, Direktur Polairud Polda Jambi Kombes Pol Michael Mumbunan, Korspri serta Adc Kapolda. (Antara)

Load More