/
Minggu, 02 April 2023 | 17:17 WIB
Wali Kota Medan Bobby Nasution menemui massa aksi demo. (dok Pemkot Medan)

Suara Sumatera - Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Medan menggelar aksi demo di depan Balai Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis. 

Dalam aksinya, massa aksi menyampaikannya rapor merah kepada kinerja Wali Kota Medan Bobby Nasution yang mereka anggap tak sesuai janji manis saat kampanye. 

Massa aksi menyoroti lima program prioritas yang belum sesuai harapan, yaitu penanganan kesehatan, penanganan kebersihan, penanganan infrastruktur, penanganan banjir, dan penataan kawasan heritage. 

"Dari kelima program prioritas tersebut, hingga saat ini tidak ada yang terealisasikan secara signifikan," kata orator aksi seperti dilihat dari unggahan akun Instagram @bobbynst dikutip Minggu (2/4/2023). 

Tak lama berorasi, Bobby Nasution lalu keluar menjumpai massa aksi. Ayah Panembahan Al Nahyan Nasution atau dipanggil Ketua Nahyan ini lalu memberikan tanggapan terhadap aspirasi mahasiswa. 

"Banjir di kota Medan ini ada dua jenisnya, banjir luapan banjir ataupun banjir luapan sungai ataupun banjir drainase, (aliran) drainase ini semua dibuang ke sungai," kata Bobby. 

Suami Kahiyang Ayu ini menyampaikan ada 12 sungai dan anak sungai di Medan yang masih perlu diperbaiki. 

"Oleh karena itu, hari ini kami untuk mengimbangi sungai kita yang masih perlu diperbaiki ada 12 sungai dan anak sungai yang mengelilingi Kota Medan," ujarnya. 

"Karena ini butuh kolaborasi butuh waktu pengerjaannya untuk pembersihan sungai dan anak sungai, kami buat solusi kami buat kolam retensi yang hari ini ada," sambungnya. 

Baca Juga: Final Spain Masters 2023: Praveen / Melati Keok dari Wakil Denmark

Bobby juga menanggapi soal pedagang yang terdampak akibat pembangunan proyek infrastruktur di Medan. 

"Kalau masalah pedagang, saya sudah sampaikan kalau kalian mau dicarikan tempat nggak selama masa pengerjaan? nggak mau," jelas Bobby. 

Menantu Presiden Jokowi ini mengatakan kalau mereka bukan pesulap merah yang dapat dengan mudah menyulap Kota Medan menjadi lebih baik. Semua butuh proses. 

"Kami bukan pesulap merah! di sini kami bukan pesulap yang bimsalabim mengerjakan selesai," ucapnya. 

Bobby juga mengatakan pihaknya juga telah melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengerjaan proyek infrastruktur di Medan. 

"Jadi jangan kalian bilang, kita mengerjakan itu mengganggu ekonomi, tidak ada efek sama masyarakat, tidak ada sosialisasi, jangan," kata Bobby.

Load More