/
Rabu, 05 April 2023 | 10:16 WIB
Ilustrasi hubungan seksual. (Shutterstock)

Suara Sumatera - Bergesekan alat kelamin atau petting untuk merangsang hasrat seksual pasangan, seringkali dianggap aman hingga mencegah kehamilan. Padaha, aksi tersebut justru berbahaya dan bisa memicu hamil.

Pakar seks, dokter Boyke Dian Nugraha mengatakan, aktivitas gesek-gesek kelamin bisa menyebabkan kehamilan, terutama jika dilakukan tanpa berpakaian dan mengalami ejakulasi. Meski wanita yang melakukannya masih perawan sekalipun.

"Kalau bergesekan alat kelamin saja selama si pria tidak mengalami ejakulasi tidak akan hamil. Tapi yang sering terjadi adalah ketika si pria itu tidak bisa menahan ejakulasi," kata dikutip Suara.com dari tayangan Boykepedia dari Vidio, Senin (3/4/2023).

Saat ejakulasi, lanjut dr Boyke, cairan semen akan menembakan sekitar 200 juta sperma yang tumpah di sekitar alat kelamin wanita. Karena bentuknya seperti kecebong, sperma akan terus berenang mencari telur.

Jika wanita tersebut dalam masa subur, ia akan mengeluarkan hormon yang semakin menarik untuk sperma tersebut berenang ke arah telurnya. Cairan vaginanya pun banyak mengandung makanan si sperma-sperma tersebut. 

"Jadi sperma tersebut akan masuk menembus lubang keluarnya darah haid, menemui telur dan di situlah terjadinya kehamilan," jelas dia lagi. 

Kebanyakan, mereka yang belum menikah menyangkal jika sudah melakukan hubungan seksual. Si wanita, kata dr Boyke bahkan mengaku masih perawan. Tapi karena mereka melakukan petting tanpa pakaian dan sampai mencapai ejakulasi, kehamilan pun tak terelakkan. 

"Betul memang masih perawan tapi gesekan-gesekan itu menimbulkan ejakulasi. Jadi perawan tapi hamil. Pacaran oke-oke saja, tapi jangan mengambil risiko," tutupnya.

Baca Juga: Hukum Hubungan Intim Saat Suami-Istri Lupa Sedang Puasa Ramadhan, Ini Penjelasan Buya Yahya

Load More