Suara Sumatera - Sosok TikToker Awbimax Reborn menjadi perbincangan usai viral lantaran kontennya mengkritik pemerintah Kota Lampung.
Bukan tanpa alasan, Awbimax melakukan hal tersebut sebagai bentuk keresahannya terhadap pertumbuhan kota Lampung yang dinilai lamban dibandingkan kota lain.
Pria yang kerap disapa Bima ini juga menyoroti masalah insfrastuktur di Kota Lampung yang dinilai belum layak.
Selain itu terbengkalainya pembangunan sekolah, pembangunan jalan di Lampung masih jauh dari kata apik juga menjadi sorotan sang TikToker.
Meskipun mendapat dukungan dari warganet, namun ada pula yang melaporkan Bima ke polisi. Ia dipolisikan ke Polda Lampung karena dianggap menyudutkan nama baik daerah.
Lantas siapah sosok Awbimax Reborn, TikToker yang berani mengkriti Kota Lampung?
Profil Awbimax Reborn
Awbimax Reborn adalah sebuah username milik pria bernama Bima Yudho Saputro. TikTokers yang akrab disapa Bima ini merupakan mahasiswa asal Lampung Timur bernama
Bima kerap membagikan beragam konten di media sosial, salah satunya seputar pemikiran maupun kritik terhadap situasi politik pemerintahan di Indonesia.
Saat ini Awbimax baru saja menyelesaikan pendidikannya di sebuah perguruan tinggi Intelijen Bisnia Australia. Rencananya, juga menyelesaikan pendidikannya disana.
Baca Juga: Heboh Aksi Emak-emak Bawa Celurit Nyaris Bacok Tetangga, Netizen: Anak STM Ketar-ketir Melihatnya
Nggak cuma melanjutkan sekolah, ternyata Awbimax Reborn ini juga aktif bekerja paruh waktu ini di sejumlah perusahaan.
Dilaporkan ke polisi
Seperti dijelaskan sebelumnya, Bima yang mengkritik pemerintah Kota Lampung akhirmya dilaporkan ke polisi. Nah, sosok dibalik Tim Hukum Gunernur Lampung atau yang dikenal sebagai Ghinda Amsori.
Menurut informasi yang dibagikan para pengguna twitter, Ghida Amsori adalah Lulusan Fakultas Hukum Universitas Lampung 2004.
Dugaan mengenai Ghilda yang mempolisikan Bima lantaran posisinya sebagai Advokat Gunernur Lampung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
1 Muharram dan 1 Suro Apakah Sama? Begini Asal-usul dan Perbedaannya
-
Memahami Nasionalisme dalam Film Garuda di Dadaku
-
Moisturizer Dipakai sebelum Cushion? Ini Trik agar Makeup Menempel Sempurna dan Tidak Patchy
-
Beda Fixing Spray dan Setting Spray: Serupa tapi Tak Sama, Kenali Fungsinya
-
Viral Rayap Besi Terciduk di Terowongan Pelita Batam, Hancurkan Penutup Parit
-
Honor X5c Plus Baru Masuk Indonesia, HP Rp2 Jutaan yang Siap Temani Aktivitas Tanpa Takut Lowbat
-
Wuling Pamerkan Mobil Bertema Disney di Jakarta Fair 2026
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Piala Paku Alam 2026 Bangkitkan Tradisi Pacuan Kuda dengan Balutan Karnaval dan Hiburan Keluarga
-
Lee Jun Ho Berpeluang Bintangi Drakor Embassy for Foreign Monsters in Korea