Suara Sumatera - Kritikan TikToker @awbimaxreborn, Bima Yudho Saputro terhadap kondisi infrastruktur Provinsi Lampung menjadi perbincangan hingga saat ini.
Viralnya perkara itu mendapat sorotan dari berbagai pihak, tak terkecuali artis kontroversial Nikita Mirzani.
Kekasih Antonio Dedola tersebut turut membela Bima Yudho Saputro.
Nikita Mirzani melalui unggahan Instagram Story-nya, mengancam Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi untuk tidak melaporkan Bima ke polisi.
Nikita juga menyindir sang gubernur yang disebutnya tidak mau dikritik warga sendiri.
"Teruntuk Gubernur Lampung, jangan coba-coba ngelaporin si Bima. Nggak usah jadi gubernur kalo nggak mau dikritik, jadi kang sayur aja sana," kata Nikita Mirzani.
Lebih lanjut, Nikita Mirzani juga menantang Arinal Djunaidi untuk perang dengan dirinya daripada dengan Bima.
"Kalo nggak punya aib, bolehlah perang sama saya aja daripada sama Bima," sebut Nikita.
Lebih lanjut, ia juga memperingatkan para polisi yang mendapat laporan dari bupati untuk memastikan bahwa mereka sendiri sudah bersih dari tindak kecurangan.
Baca Juga: Ahmad Sahroni Minta Polisi Tak Lanjuti Kasus TikToker Bima Kritik Lampung
"Teruntuk polisi di Lampung yang terima laporan si bupati yang nggak mau dikritik, pastikan kalian bersih dari pungli (pungutan liar) yah atau hal-hal buruk lainnya. Jangan kaya Polres Serang Kota," tulisnya menyisipkan emoji api.
Nikita Mirzani pun membandingkan Bupati Lampung Timur dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kerap mendapat kritik dari masyarakat Indonesia.
"Presiden Indonesia aja sering dikritik nggak apa-apa. Ini baru jadi bupati udah baper. Gue gigit loe," tandas Nikita Mirzani, dengan tambahan emoji tertawa.
Sebagai informasi, sosok Bima dikenal publik usai konten TikTok-nya yang mengkritik Lampung viral di media sosial.
Buntut dari masalah tersebut, Bima dan keluarganya mendapat perlakuan tak menyenangkan dari Bupati Lampung Timur sekaligus Gubernur Lampung. Bahkan, rumahnya sampai didatangi oleh polisi yang meminta seluruh identitas Bima.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026