Suara Sumatera - Berbagai cara dilakukan seseorang untuk menjaga kebugaran dan vitalitas tubuh. Tak sedikit juga yang mengonsumsi suplemen berbahan kimia.
Namun, berbeda dengan kisah seorang pria di Thailand. Pengusaha bernama Rojakorn Nanon itu justru melakukan kebiasaan menjijikan untuk vitalitas tubuh. Dia meminum darah buaya dua kali sehari demi lebih bugar.
Pria berusia 52 tahun itu setiap pagi minum segelas darah buaya dicampur dengan alkohol Thailand.
Mengutip Odditycentral, Kamis (18/5/2023) minuman ini disebut dengan lao kho, diminum dua kali sehari pagi dan malam sebelum tidur. Nanon mengklaim dengan minuman ini, ia tidak lagi merasa lemah fisik dan tidak mudah lelah saat beraktivitas seharian.
Lewat aksinya, Nanon percaya darah buaya memberikan keajaiban untuk organ, sirkulasi udara hingga sistem saraf di tubuhnya. Ditambah ia sudah menerapkan kebiasaan ini selama dua bulan.
Menurut Nanon, pertama kali racikan ini dibagikan Pemilik Peternakan Buaya Ban Phol, Wangchai Chaikerd (53) yang menjual koktail campuran alkohol dan darah buaya.
Menurut Wangchai, dalam tubuh seekor buaya hanya terkandung sedikit darah, yakni berkisar antara satu hingga dua gelas. Darah yang dicampur dengan alkohol ini dijual Wangchai seharga 200 hingga 300 baht atau Rp 90 ribu hingga Rp 124 ribu per gelas.
Wangchai sendiri memiliki peternakan buaya terbesar di Trang, Thailand. Ia mengklaim ramuan buatannya akan meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan jumlah trombosit dan sel darah putih hingga meningkatkan kualitas sel telur dan sperma.
Inilah sebabnya darah buaya digadang-gadang sebagai obat mencegah infertilitas atau kemandulan.
Baca Juga: CEK FAKTA: Master Limbad Meninggal Dunia, Tinggalkan Wasiat Terakhir untuk Keluarga, Benarkah?
Adapun menurut Wangchai, darah hanya diambil jika buaya sudah berusia 3 hingga 4 tahun. Di usia ini buaya punya energi luar biasa, sehingga efeknya dinilai paling kuat.
Sayangnya dari satu ekor biasanya hanya bisa didapatkan 100cc darah, dan hanya bisa dibuat dua gelas koktail.
Berita Terkait
-
Tragis! Siswa SMP di Sumbar Tewas Diterkam Buaya, Mayatnya Ditemukan Setelah Hilang Tiga Hari
-
Jajan ke Minimarket, Ketua Nahyan Beli Mainan Buaya Nyaris Gigit Tangan Paspampres
-
Viral Buaya Makan Ular Piton di Sungai Ditonton Warga
-
Sempat Serang Warga hingga Tewas, Buaya di Meranti Ditangkap lalu Dibunuh
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026