Suara Sumatera - Pondok Pesantren atau Ponpes Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat belakangan menjadi sorotan lantaran praktik salat memicu pro dan kontra.
Seiring dengan itu, beredar sebuah video menarasikan bahwa seorang wanita menjadi khatib salat Jumat di pesantren tersebut.
Dalam thumbnail itu menampilkan wanita berhijab berpakaian putih berbicara di atas mimbar di Ponpes Al-Zaytun tersebut.
Informasi dalam bentuk video itu disebarkan kanal YouTueb bernama @NewsPolitikIndonesia baru-baru ini.
Adapun narasi yang disampaikan pengunggah sebagai berikut:
"Hanya ada di ponpes Al-Zaytun khutbah Jum’at dipimpin oleh wanita #zaytuntv #soekarno".
Sementara pada thumbnail dicantumkan judul, "VIRAL KHUTBAH JUM’AT DIPIMPIN OLEH WANITA DI PONPES AL-ZAYTUN".
Lantas benarkah kabar yang menyebut Khotbah Jumat di Ponpes Al-Zaytun dipimpin wanita?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran, tidak ada informasi valid terkait narasi yang menyebut khatib Jumat di Ponpes Al-Zaytun dipimpin perempuan.
Baca Juga: Bawaslu Belum Terima Laporan PPATK soal Aliran Dana Jaringan Narkoba di Pemilu 2024
Faktanya, dalam video itu dijelaskan bahwa video tersebut berlokasi di Masjid Agung Baitul Hikmah, Kalimantan Timur dan bukan di Indramayu Jawa Barat.
Video tersebut menerangkan bahwa wanita dalam video adalah Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih, beliau tidak memberikan khotbah salat Jumat melainkan sedang memberikan sambutan saat menunaikan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriah.
Video tersebut juga ditemukan di kanal YouTube Arek Pati berjudul “KLARIFIKASI Video Wanita Jadi Khatib Sholat Ied! Awas, Begini Penjelasannya!” yang diunggah pada 29 April 2023.
KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, klaim bahwa khotbah Jumat dipimpin oleh wanita di Ponpes Al-Zaytun merupakan kabar hoaks. Dengan demikian video itu termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel