/
Senin, 12 Juni 2023 | 11:23 WIB
Denny Siregar. ([Dok. Facebook/dennysiregar])

Suara Sumatera - Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024 mendapat sorotan dari pegiat media sosial Denny Siregar.

Menurut Denny Siregar partai-partai yang tergabung dalam koalisi tersebut mulai saling ancam. 

Ia, melansir tayangan 2045 TV, mengatakan hal ini dilakukan karena para partai pendukung Anies berebut ingin kader pilihan mereka maju menjadi cawapres Anies di Pilpres 2024.

“Peta politik semakin memanas, akhir-akhir ini sesudah semakin terang siapa calon presiden yang akan diadu, sekarang perebutannya ada di calon wakil presiden (cawapres)” ujar Denny Siregar, Senin (12/6/2023).

Dia mengungkapkan, penentuan siapa cawapres ini malah semakin seram karena ada model saling mengancam antar partai terutama di partai-partai yang berkoalisi.

Diketahui, sebelumnya di Koalisi ini, saling ancam terjadi antara Nasdem dan Demokrat.

Nasdem merasa bahwa merekalah yang berhak menentukan siapa cawapres dengan pakai tangan atas nama Anies Baswedan.

“Ya wajar aja karena selama ini yang keluar biaya banyak untuk deklarasi dan roadshow Anies ke banyak daerah itu adalah Nasdem,” ujar Denny.

“Sedangkan Demokrat dan PKS hanya ikut-ikutan saja di belakang Nasdem, karena secara finansial mereka juga sudah kesulitan, sebab selama dua periode mereka ada di luar kekuasaan,” sambung dia.

Baca Juga: Kader Demokrat Ngamuk Tantang Denny Siregar: Jangan Jadi Banci Kau

Meski begitu, kata Denny bagaimanapun Demokrat dan PKS tetap punya kekuatan dalam menentukan langkah Anies selanjutnya.

“Sebagai catatan ya, Nasdem nggak bisa sendirian calonkan Anies Baswedan karena jumlah suara mereka di parlemen nggak cukup memenuhi syarat untuk mencalonkan orang menjadi calon presiden,” katanya.

Nah, menurut Denny Siregar bisa saja kedua partai tersebut, PKS maupun Demokrat mundur dari koalisi jika permintaan mereka tidak dikabulkan dan akhirnya Anies tak bisa maju di Pilpres karena syarat Presidental Treshold (PT) tidak terpenuhi.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More