/
Senin, 12 Juni 2023 | 23:35 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). ([Suara.com])

Suara Sumatera - Pegiat media sosial Rudi Valinka menyoroti manuver Partai Demokrat yang mendekati kubu PDIP.

Selama ini kedua partai politik tersebut dikenal kerap berseberangan.

Partai Demokrat mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024, sedangkan PDIP memajukan Ganjar Pranowo.

Pertemuan kedua kubu itu terjadi dua hari setelah pernyataan Anies yang mengakui jika Demokrat dan PKS belum mengeluarkan modal dalam pengusungannya di Koalisi Perubahan.

Rudi Valinka menilai partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu merasa tersinggung dan terbawa perasaan (baper).

"Koalisi Baper : 2 hari setelah statement Anies keluar kalo Demokrat dan PKS cuma MOKONDO maka Demokrat tersinggung lgs buat gertakan baru," kata Rudi Valinka di Twitter, dikutip Senin (12/6/2023).

Ketersinggungan ini, lanjut dia, dibuktikan dengan manuver Demokrat menemui PDIP yang disebutnya sebagai partai penguasa.

"Buat kontak dengan 'partai Penguasa'," jelas dia.

Rudi Valinka mengingatkan sebuah pelajaran bagi Anies untuk tidak menyinggung pihak-pihak tertentu.

Baca Juga: Profil Kas Hartadi, Pelatih yang Diharapkan Bisa Bawa PSIM Yogyakarta Promosi ke Liga 1

"Pelajaran buat Anies jangan pernah nyinggung2 Gengsi kalo si orang Kaya itu ternyata Kikir," tutupnya.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, mengakui telah bertemu dengan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, di kawasan Blok M, Jakarta, pada Minggu (11/6/2023).

Dia mengaku tengah merencanakan pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dengan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani. Meski demikian, Riefky menegaskan, secara etika politik, partainya tetap mengedepankan kerja sama dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dalam pengusungan Anies Baswedan di Pilpres 2024.

"Walaupun Kami sangat antusias membicarakan rencana pertemuan Mba Puan dan Mas AHY, kami tetap menjaga etika politik dan saling menghormati posisi saat ini masing-masing partai terkait kontestasi Pilpres 2024," kata Riefky dalam keterangannya, Minggu (11/6/2023).

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Load More