/
Minggu, 25 Juni 2023 | 15:53 WIB
Rocky Gerung bertemu Ustaz Abdul Somad (UAS). [Instagram UAS] (Instagram)

Suara Sumatera - Ketua BEM UI 2023, Melki Sedek Huang minta Jokowi mundur atau berdarah-darah. Hal ini pun dibela Pengamat politik, akademisi dan aktivis Rocky Gerung.

Dia memastikan jika permintaan mundur kepala daerah oleh mahasiswa itu bukan katagori makar.

Rocky menilai Melki hanya menyampaikan keresahan masyarakat dengan cara yang berbeda sehingga tidak perlu ada pihak yang ingin mendebatkan hal itu.

“Kalau ada yang ingin berdebat ya tidak ada gunanya, mengubah dari dalam pun tidak memungkinkan sekarang,” ujar Rocky Gerung di kanal YouTube Rocky Gerung Official, Minggu (25/6/23).

Rocky menuturkan gerakan mahasiswa itu adalah selalu tentang gerakan moral, dan tidak boleh ada dalam kekuasaan. Pergerakan BEM UI yang meminta minta Jokowi turun atau berdarah-darah bukanlah makar, melainkan sebatas kritikan radikal.

Menurutnya, sudah menjadi rahasia bersama bahwa apa yang dilakukan BEM UI merupakan mengolah keresahan publik. Ini karena mahasiswa menjadi bagian dari realita di tengah masyarakat, bahkan cermin masyarakat.

“Sebenarnya arus kegelisahan rakyat itu didengar lewat mahasiswa, bukan partai politik,” ujar Rocky. Dalam perjuangan mahasiswa, ada tentang kemiskinan ketika adilan, HAM dan lainnya.

“Orasi mahasiswa itu biasa, rektor tidak mungkin menghalangi dan itu bukan makar, melainkan people power,” katanya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Baca Juga: Klaim Punya Banyak Bukti, Doddy Sudrajat Santai Dilaporkan ke Polisi atas Kasus Penelantaran Anak

Load More