/
Rabu, 05 Juli 2023 | 13:16 WIB
Denny Indrayana. (Twitter @dennyindrayana)

Suara Sumatera - Denny Indrayana menggelar aksi demo soal cawe-cawe Presiden Jokowi di Federation Square, Melbourne, Australia. Dirinya membentangkan spanduk berukuran 3x10 meter dengan tulisan 'Jokowi Don't Cawe-Cawe Stop Dynasty'.

Aksi tersebut diketahui berlangsung pada 3 hingga 5 Juli 2023. Mantan Wamenkumham RI itu mengaku aksi dilakukan mengingat Jokowi tengah berada di Australia.

"Aksi damai dilakukan hari ini, karena sejak tanggal 3 hingga 5 Juli, Jokowi akan melakukan kunjungan kenegaraan di Sydney, Australia. Kenapa perlu dilakukan protes ini, karena cawe-cawe Presiden Jokowi itu melanggar demokrasi dan prinsip dasar konstitusi kita, untuk menegakan Pemilu yang jujur dan adil," cuitnya di akun Twitter, dikutip Rabu (5/7/2023). 

Menurut Denny, cawe-cawe Jokowi bukan untuk kepentingan bangsa dan negara, sebagaimana klaim yang disampaikan beliau. Justru, cawe-cawenya untuk kepentingan pribadi, politik, serta bisnis keluarganya. 

"Sedangkan cawe-cawe yang harusnya dikerjakan Presiden, justru tidak dilakukan. Apa itu, misalnya, mempercepat pembahasan dan penerbitan RUU Perampasan Aset," ungkapnya.

Dengan kekuatannya di Parlemen, Denny berpandangan Jokowi seharusnya bisa membahas RUU Perampasat Aset secara cepat dan kilat, sebagaimana telah dilakukan untuk percepatan perubahan UU KPK yang justru melumpuhkan KPK, percepatan pembahasan UU IKN, percepatan pembahasan perubahan UU Minerba. Bahkan, untuk UU Cipta Kerja, presiden menerbitkan Perppu.

"Jadi, untuk RUU Perampasan Aset, seharusnya Presiden bisa melakukan percepatan untuk penerbitan UU Perampasan Aset," ucapnya. 

Cawe-cawe juga bisa dilakukan oleh Jokowi untuk menghentikan bisnis yang sifatnya koruptif, karena tidak lain adalah trading in influence atau paling tidak suap dari para oligarki yang diberikan bukan sebagai modal. 

"Cawe-cawe juga bisa dilakukan untuk menghentikan Moeldokogate, Presiden harus bertanggung jawab dengan pembegalan dan pencopetan Partai Demokrat yang dilakukan oleh KSP-nya," jelasnya. 

Baca Juga: Wow! Peran PKK Jateng Turunkan Stunting Diapresiasi, Siti Atikoh Terima Penghargaan dari BKKBN

"Yang tidak lain adalah pelanggaran hak asasi manusia untuk berserikat, berkumpul, dan berorganisasi. Karena itu adalah cawe-cawe yang sewajibnya dilakukan oleh Presiden Jokowi," sambungnya. 

Aksi demo yang diunggah Denny ini menuai pro kontra warganet yang memenuhi kolom komentar. 

"Spanduk bikin  sendiri...demo  sendiri....ngomong sendiri...stress," hujat warganet. 

"Ya ampun mbludak yang demo," sindir warganet lainnya.

Load More