Suara Sumatera - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, membocorkan pandangan Anies Baswedan terkait rencana pemerintah pusat yang akan merenovasi Jakarta International Stadium (JIS).
Mardani menerangkan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut bahwa JIS merupakan milik bangsa Indonesia sehingga bebas jika akan diperbaiki.
"Mas @aniesbaswedan bilang JIS bukan miliknya, tapi milik bangsa Indonesia karya anak bangsa. Jika mau direnovasi monggo (silakan, red)," jelas Mardani Ali Sera, dikutip Kamis (6/7/2023).
Dia menyebut, Anies menekankan jika renovasi harus berdasarkan penilaian FIFA, bukan karena penghakiman sepihak.
"Namun, ojo kesusu & menghakimi, biarkan FIFA yang menilai. Setorkan aja 6 stadion RI, lalu cek apa rekomendasinya. Jika harus ada perbaikan, ikuti saja," jelasnya.
Rencana renovasi JIS diwarnai pro dan kontra. Banyak pihak meragukan penilaian Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dan Ketum PSSI, Erick Thohir, terkait kondisi JIS.
Dalam inspeksi pada Selasa, 4 Juli, lalu, kedua menteri Jokowi itu sempat menyinggung soal kondisi rumput JIS yang dinilai belum sesuai standar FIFA. JIS diperbaiki agar bisa digunakan sebagai salah satu venue dalam Piala Dunia U-17 yang akan dilaksanakan pada 10 November-2 Desember 2023 di Indonesia mendatang.
Berita Terkait
-
'Dosa-Dosa' Anies Digali Jelang Pilpres: Kuliti Borok Formula E hingga JIS
-
Drama di Balik Rencana Renovasi JIS, Kubu Anies: Pemerintah Terus Cari-cari Kekurangan
-
Putri Gus Dur Disebut Bakal Cawapres Anies Baswesan, Ini Harta Kekayaan Yenny Wahid
-
Setelah Wasit Thoriq Alkatiri, Kini Ahli Rumput Stadion yang Berkomentar tentang JIS
-
JIS Warisan Anies Banyak Sorotan, Koalisi Perubahan: Kok Pemerintah Sibuk Cari Kekurangan?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026