Suara Sumatera - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengajak seluruh kader untuk memenangkan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 dengan cara tenang dan santun.
Muzani juga meminta setiap pengurus ranting, PAC, DPC, DPD, hingga para caleg-caleg Partai Gerindra untuk masif turun ke bawah mensosialisasikan Prabowo dan Gerindra. Para kader juga diminta untuk mengedepankan gaya komunikasi politik yang sehat, tidak boleh mencaci.
"Saya titip Gerindra dimenangkan di kampung-kampungmu, di gang-gangmu. Saya titip Pak Prabowo untuk dimenangkan di setiap TPS-mu. Ajaklah saudaramu, tetanggamu di depan, di belakang, kanan, dan kiri untuk memilih Prabowo. Tetapi tetap harus dengan cara tenang dan santun, tidak usah fitnah, gontok-gontokan," kata Muzani melansir Antara, Senin (10/7/2023).
"Kalau ada yang caci, balas dengan kebaikan. Kalau ada yang menjelek-jelekkan Pak Prabowo, dijawab dengan tenang dan benar. Karena kami ingin berpolitik yang gembira sesuai dengan arahan Ketua Umum," sambungnya.
Dirinya yakin bahwa berpolitik dengan santun akan menghasilkan kemenangan bagi Prabowo. Bahkan, ia juga meyakini pada akhirnya partai politik akan melabuhkan dukungannya terhadap Menteri Pertahanan tersebut.
"Semua partai adalah sahabat Pak Prabowo. Memang sekarang belum semua mendukung Pak Prabowo, tetapi nanti pada akhirnya semua akan mendukung Pak Prabowo. Begitu pula rakyat Depok, Bekasi, Jawa Barat, pada akhirnya akan mendukung Prabowo Subianto," ungkapnya.
Muzani berterima kasih kepada kader yang hadir pada konsolidasi tersebut. Semangat para kader itulah yang menyebabkan Prabowo tidak gentar berjuang untuk mengabdi rakyat, bangsa, dan negara.
"Itu sebabnya kekuasaan yang akan digunakan Pak Prabowo bila diberikan amanat oleh rakyat untuk menjadi presiden adalah melayani rakyat dengan sebaik-baiknya," jelas Muzani.
Gerindra, sambung Muzani, akan mewakafkan kader terbaiknya, yakni Prabowo, untuk memberikan perlindungan dan solusi terhadap rakyat.
"Pak Prabowo akan menjadi abdi negara, abdi rakyat, dan abdi bangsa. Orang yang selalu mengabdi pada kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, dan kepentingan negara," cetusnya.
Muzani juga menyinggung persoalan sistem zonasi terkait dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB).
"Sekarang ibu-ibu dan bapak-bapak di sini pasti merasakan akibat dari kebijakan PPDB zonasi. Anak-anak kita yang mau sekolah, padahal sekolahnya dekat dengan rumah. Akan tetapi, karena beda wilayah, anak kita jadi tidak bisa sekolah di situ," ujar dia.
Menurut Muzani, setiap kebijakan tidak bisa memuaskan semua pihak sehingga untuk kebijakan yang tidak memuaskan tersebut perlu peninjauan ulang.
"Kadang-kadang memang kebijakan ada yang tidak sesuai dengan harapan rakyat banyak. Sebaiknya yang seperti-seperti ini dipikirkan ulang, setuju?" katanya.
Baca Juga: Profil Michael Rendy Wiyono, Ayah Clayton yang Jadi Korban Perampokan
Berita Terkait
-
Angin Segar Buat Cak Imin, Pulang Haji Berpeluang Besar Jadi Cawapres Prabowo
-
Jadi Penentu Cawapres Prabowo Di Koalisi KIR, Cak Imin Mau Pilih Diri Sendiri Atau Orang Lain?
-
Prabowo Temui Cak Imin, Akui PKB Amat Menentukan Soal Sosok Cawapres
-
Prabowo Bocorkan Siapa Sosok Cawapres Pendampingnya Di 2024: Cita-cita Sama Dengan Gerindra
-
Blak-blakan Prabowo Ingin Berkuasa Di Indonesia, Tapi...
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus