Suara Sumatera - Sejumlah mantan bintang pemain tim nasional (Timnas) Indonesia mengeluhkan minimnya kompetisi usia muda. Kondisi ini memicu timnas senior sulit mengukir prestasi.
Saat ini, kompetisi usia muda di Indonesia memang minim. Ada pun sejumlah kompetisi junior lebih banyak diselenggarakan oleh pihak swasta.
"Bicara kompetisi, banyak kompetisi diselenggarakan pihak swasta. Askot (asosiasi kota) - Askab (asosiasi kabupaten) tidak berjalan. Ini jadi masalah karena (para pemain) matangnya di kompetisi," tutur Supriyono pada acara diskusi di Pancoran Soccer Field, Selasa (25/7/2023).
"Askot dan askab harus membuat kompetisi berjenjang dan berkesinambungan," tegas jebolan PSSI Primavera itu.
Supriono bersyukur dengan adanya kompetisi usia muda seperti Elite Pro Academy (EPA) yang diikuti oleh klub-klub Liga 1. Namun ia menilai bahwa saat ini banyak pemain peserta EPA yang tidak memiliki dasar bermain yang bagus, sehingga saat berada di klub justru masih harus dibenahi lagi keterampilan dasarnya.
Di sisi lain, mantan pemain PSSI Primavera lainnya Kurniawan Dwi Yulianto, meyakini bahwa model pembinaan dengan mengirim tim keluar negeri seperti yang pernah dilakoninya sebenarnya cukup baik, namun yang menjadi tantangan justru adalah saat seorang pemain muda berkiprah sendirian di luar negeri.
"Bermain bola iya, tapi saat di sana kami (para pemain Primavera) banyak berkumpul dengan sesama pemain Indonesia. Jadi agak kurang. Saya justru belajar mandiri saat di FC Lucern," tutur pemain yang memiliki sapaan kurus tersebut.
Kurniawan yang saat ini berada di tim kepelatihan FC Como, mencontohkan betapa profesionalnya para pemain muda di klub Italia tersebut.
"Mindset para pemain muda Como luar biasa. Mereka tidak banyak posting di instagram karena mengejar kontrak profesional. Bisa dijaga mindset seperti itu sampai senior," tambahnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Lirik Pemain Muda Persita Gabung Timnas U-23, Esal Sahrul: Tidak Ada yang Tidak Mungkin
-
Sosok Frank Wormuth, Pelatih Jerman yang Resmi Melatih Timnas U-17 Bima Sakti di Luar Negeri
-
Profil Kervens Belfort, Eks Timnas Haiti Bakal Jadi Mesin Gol Sriwijaya FC Musim Ini
-
Ditunjuk Jadi Konsultan Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Ini Sepak Terjang Frank Wormuth
-
Frank Wormuth Dampingi Bima Sakti Latih Timnas U-17 Indonesia
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT
-
Nasib Sial Kevin Diks: Dibekap Cedera, Gladbach Terancam Degradasi
-
5 Body Lotion Marina untuk Mencerahkan Kulit, Harga Mulai Rp12 Ribuan
-
Ingin Otak Lebih Fokus? Sains Temukan Fakta Mengejutkan dari Kebiasaan Membaca Huruf Hijaiyah
-
Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel
-
5 Mobil Bekas Keren Pilihan Keluarga: Kabin Nyaman, Irit dan Muat Banyak
-
Benarkah Beli Mobil Mewah Tahun Tua Cuma Bikin Susah? Simak Deretan Faktanya
-
5 Motor Listrik Bekas Jarak Tempuh Jauh, Torsi Besar Cocok untuk Tanjakan
-
Sinopsis Sacred Jewel, Ahn Bo Hyun Dapat Misi Berbahaya untuk Mencari Relik Suci
-
Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP