Suara Sumatera - Jakarta Internasional Stadium (JIS) tengah menjadi berbincangan lantaran standar rumputnya yang harus diganti apabila ingin digunakan untuk Piala Dunia U-17.
Diketahui, JIS dibangun saat Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI Jakarta. Saat ini keberadaan stadion tersebut menuai polemik.
Seiring dengan itu, tersiar kabar bahwa FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada Indonesia akibat terkuaknya pemalsuan dokumen stadion JIS. Tak hanya itu, Indonesia juga terancam batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 tahun ini.
Kabar tersebut dibagikan sebuah kanal Youtube bernama CATATAN POLITIK belum lama ini dengan judul narasi sebagai berikut:
“DIJATUHKAN SANKSI BERAT !! PEMALSUAN DOKUMEN JIS KETAHUAN FIFA || PILDUN U-17 BISA BATAL..?”
Lantas benarkah PSSI diberi sanksi FIFA gegara pemalsuan dokumen JIS?
Informasi menyesatkan. Dalam cuplikan berita yang dikutip di video tersebut berisi informasi bahwa FIFA jatuhkan sanksi kepada Indonesia karena batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20, dan tidak ada pembahasan mengenai dokumen palsu stadion JIS seperti pada klaim judul.
PENJELASAN
Dari hasil penelusuran, tidak ditemukan informasi valid mengenai kabar PSSI diberi sanksi FIFA gegara pemalsuan dokumen JIS.
Dalam video berdurasi 8 menit tersebut, narator video hanya membacakan artikel media daring soal tanggapan sejumlah pihak terkait kualitas rumput di JIS yang dianggap tidak memenuhi standar FIFA.
Baca Juga: Sedang On Fire, Carlos Fortes Bicara Targetnya bersama PSIS Semarang
Selain itu, beberapa klip dalam video tidak terkait dengan narasi FIFA menjatuhkan sanksi kepada PSSI karena pemalsukan dokumen JIS. Salah satu video yang digunakan yakni pemberian sanksi administratif dari FIFA kepada Indonesia karena batalnya Piala Dunia U-20 2023.
Salah satu artikel yang dibacakan berasal dari Populis.id berjudul “Heboh! Gus Umar Tantang Erick Thohir Terkait Polemik JIS: Mau Lu Apa Sih? Coba Tunjukkin Stadion yang Rumputnya Standar FIFA Selain GBK”.
Artikel tersebut memuat pernyataan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Umar Syadat Hasibuan. Ia mempertanyakan apakah ada stadion yang rumputnya berstandar FIFA selain Gelora Bung Karno (GBK).
Artikel lainnya yang dikutip bersumber dari Yoursay.id ini berjudul “Telak, Wasit Terbaik Indonesia Ingkari Klaim Pemerintah Perihal Rumput JIS”. Artikel tersebut memuat pernyataan dari salah satu wasit sepak bola asal Indonesia Thoriq Alkatiri.
Thoriq mengungkapkan, rumput di JIS sudah sangat baik. Namun, Thoriq juga tak menyangkal rumput di JIS agak memiliki masalah dalam hal pencahayaan.
Salah satu klip pada awal video yang menampilkan presenter televisi membacakan berita soal Indonesia menerima sanksi administratif dari FIFA identik dengan video di YouTube Metro TV.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Rencana Pendidikan Solo 2026, Respati Fokus Kesejahteraan Guru dan Kualitas Pembelajaran
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Auto2000 Kantongi Ribuan Unit Pemesanan Veloz Hybrid Meski Belum Ada Harga Resmi
-
5 Tanda Kampas Kopling Mobil Habis, Jangan Paksa Jalan Tanjakan
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
Nyawa Seharga Buku: Tragedi Siswa SD di NTT, Sesuram Itukah Pendidikan Indonesia?
-
Inara Rusli dan Insanul Fahmi Tak Semesra Awal-Awal Nikah, Pasrah Bila Diceraikan
-
5 Fakta Bocah 7 Tahun Tewas Hanyut di Selokan Driyorejo Gresik