Suara Sumatera - Pemusatan latihan (TC) tim nasional (timnas) Indonesia U-17 akan dipindahkan ke Bali pada Minggu mendatang. Hal itu dilakukan karena Timnas U-17 ini dijadwalkan menjalani pertandingan uji coba melawan tim akademi dari klub LaLiga Barcelona Juvenil A (U-18) dan akademi dari klub J-League Kashima Antlers.
Pelatih Timasn U-17, Bima Sakti mengatakan, timnya akan dijadwalkan memulai persiapan pertandingan pada Minggu mendatang.
"Insyaallah hari Minggu kami akan pindah latihan (TC). Kami akan pindah ke Bali karena tanggal 2 rencananya akan bertanding melawan Barcelona U-18 (Juvenil A) kemudian pada tanggal 5 melawan (akademi) Kashima Antlers tim dari Jepang," kata Bima Sakti usai memimpin sesi latihan timnas Indonesia U-17 di Lapangan A, komplek Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (27/7/2023).
Menurut Bima Sakti, pertandingan uji coba ini digunakan untuk menambah jam terbang dari para pemain karena nantinya pada pergelaran Piala Dunia U-17 atau FIFA World Cup U-17 akan bertemu dengan pemain-pemain Eropa dan Asia yang sama.
"Nanti kami melawan tim Eropa, walaupun klub paling tidak buat pemain lebih baik karena ketemu pemain-pemain Eropa dan Asia yang pasti nanti di Piala Dunia U-17 juga bertemu melawan pemain yang sama," ungkap Bima Sakti.
Tim Garuda United-U17 (penamaan untuk uji coba melawan klub) dijadwalkan akan menghadapi Barcelona Juvenil A pada 2 Agustus dan akademi Kashima Antlers pada 5 Agustus mendatang.
"Di Bali hitungannya pertandingan internasional. Tapi karena kami uji coba melawan klub untuk menghindari hukuman jadi memakai nama Garuda United U-17. Itu juga atas saran dari pak Ketum Erick Thohir," kata Bima Sakti.
Saat ini timnas Indonesia U-17 menjalani seleksi pemain melalui mekanisme pemusatan latihan (TC) yang berlangsung di Jakarta, mulai 9 Juli hingga 28 Agustus untuk melakoni persiapan menjelang FIFA World Cup U-17. (Antara)
Baca Juga: Daftar Klub Sepak Bola yang Difollow Lionel Messi di Instagram, Nomor 4 Tak Terduga
Berita Terkait
-
Saksikan Live Drawing Babak Pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026, Hidup Mati Timnas Indonesia
-
3 Pemain Timnas U-17 Masuk Bursa Transfer, Ini yang Paling Mahal
-
Timnas Senior Sulit Berprestasi, Buntut Minimnya Kompetisi Usia Muda di Indonesia
-
Shin Tae-yong Lirik Pemain Muda Persita Gabung Timnas U-23, Esal Sahrul: Tidak Ada yang Tidak Mungkin
-
Profil Kervens Belfort, Eks Timnas Haiti Bakal Jadi Mesin Gol Sriwijaya FC Musim Ini
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi
-
Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak