Suara Sumatera - Provinsi Riau mempunyai wisata alam yang diburu pelancong mancanegara terutama pecinta olahraga surfing. Wisata tersebut bernama ombak Bono.
Bono atau bena merupakan gelombang yang terjadi di muara sungai seperti di Sungai Kampar, Pelalawan.
Warga setempat menyebut kata berani dengan sebutan Bono. Dari kata itulah diadopsi menjadi nama ombak tersebut.
Ombak ini merupakan fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang. Hempasan gelombang setinggi empat meter menghasilkan riak-riak yang menghantam tepian.
Mengutip laman resmi Humas Pemprov Riau, fenomena Bono yang muncul ketika bulan purnama itu adalah hal biasa. Namun, bagi para pemburu ombak, peristiwa itu merupakan keajaiban.
Gelombang hantu atau ghost wave itu dikejar para pecinta olahraga ekstrem. Gelombang yang menderu-deru ini dimanfaatkan untuk surfing di sungai.
Tak jarang Bono memiliki ketinggian puncak gelombang mencapai empat meter. Ombak bono juga menggulung dan menghempas jauh ke dalam sungai hingga menempuh jarak 17 kilometer.
Ombak besar Bono bisa disaksikan lagi pada Oktober hingga Desember. Bono akan kembali datang antara Februari hingga Maret. Namun, tak sebesar sebelumnya.
Menurut kebiasaan, Bono muncul kembali dengan gelombangnya yang besar pada September dan Oktober. Saat itu, puncak musim hujan terjadi dan saat debit air Sungai Kampar sedang tinggi.
Baca Juga: Heboh Video Anak Ketua DPRD Ambon Teriaki Warga Usai Aniaya Pelajar: Beta Tanggung Jawab!
Sejak 2013, Pemkab Pelalawan melirik bono sebagai potensi pariwisata, khususnya bagi turis dengan minat khusus seperti para peselancar. Tak hanya itu, pemerintah juga menggelar event tahunan, International Bono Surfing Festival serta Bekudo Bono.
Karena itu, Pemkab Pelalawan bersama Pemprov Riau juga turut melakukan peningkatkan promosi Bono Surfing atau event supporting destination, agar menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan perairan sungai.
Tak harus berselancar, wisatawan bisa menikmati Bono dengan melihat fenomena alam itu di Desa Teluk Meranti dekat muara Sungai Serkap anak Sungai Kampar atau di Desa Pulau Muda.
Untuk menuju ke lokasi Bono Sungai Kampar, pengunjung bisa melakukan perjalanan darat selama empat jam dari Pekanbaru.
Kemudian, perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal cepat atau speedboat menuju Desa Teluk Meranti atau Desa Pulau Muda.
Pada umumnya, puncak Bono atau gelombang tertinggi dapat diprediksi sesuai kalender bulan purnama, atau berdasarkan kalender tarikh qomariyah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Korban Bertambah, Kasus Ayah Cabuli Anak Kandung di Sekadau Kini Seret Keponakan 10 Tahun
-
Katalog Promo Indomaret Terbaru, Serba Gratis! Salonpas Beli 1 Gratis 1, Teh Botol hingga Bebelac
-
Pemburu Diskon Merapat! Promo Alfamart Siap Santap Hemat Mantap, Sosis dan Bakso Murah
-
Cara Refund Tiket Kereta Api 100 Persen Imbas Kecelakaan di Bekasi, Bisa Lewat HP
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
Mengapa Kereta Api Sulit Berhenti Mendadak? Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Heboh BKPSDM Muratara Digerebek Polisi, Benarkah Ada Jual Beli Kenaikan Pangkat ASN?
-
Tangan Diborgol, Arinal Djunaidi Tertunduk Digelandang ke Bui